Ganjar Pesan 100 Unit GeNose UGM

    Citra Larasati - 05 Januari 2021 18:28 WIB
    Ganjar Pesan 100 Unit GeNose UGM
    GeNose inovasi UGM untuk alat deteksi covid-19 dengan menggunakan embusan napas. Foto: Dok. Kemendikbud
    Jakarta:  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggunakan GeNose untuk meningkatkan kapasitas surveillance Covid-19 di provinsi tersebut.  GeNose merupakan alat deteksi covid-19 dengan menggunakan embusan napas buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

    Ia pun telah memesan 100 alat yang diutamakan untuk di rumah sakit serta puskesmas.  "Saya tadi mencoba, sangat simpel hanya dengan meniup napas, dalam waktu tiga menit sudah keluar hasilnya. Kami mau beli 100, tapi saat ini baru dapat 35," ungkap Ganjar saat menyambangi lokasi produksi GeNose di Science Technopark (STP) UGM, Selasa, 5 Januari 2021.

    Pengadaan Genose saat ini masih terhambat ketersediaan alat yang terbatas. Alat deteksi ini sendiri baru mendapat izin pada 24 Desember 2020, sehingga jumlah alat yang telah diproduksi belum cukup untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

    Ganjar mengungkapkan, jika kapasitas produksi sudah mencukupi, diharapkan lebih banyak alat GeNose yang dapat diterapkan di puskesmas dan juga fasilitas umum di Jawa Tengah.

    "Kalau semua puskesmas bisa, itu bagus sekali. Tempat umum juga, tapi itu prioritas berikutnya karena saat ini produksinya belum banyak," terangnya.

    Ganjar mengunjungi STP UGM bersama perwakilan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melihat langsung cara kerja GeNose serta aktivitas produksi yang dilakukan.

    Ia menyebut langkah Pemprov untuk menggunakan GeNose sebagai keputusan politik yang penting untuk dilakukan agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada alat yang tidak diproduksi di dalam negeri dan berbiaya mahal.

    GeNose sendiri dijual dengan harga Rp62 juta dan bisa digunakan berulang kali dengan menggunakan kantong yang bisa dibeli dengan harga Rp15 ribu. Dengan alat ini, biaya melakukan deteksi Covid-19 diperkirakan hanya sebesar Rp25 ribu.

    "Saya yakin masyarakat akan mampu jika dianggarkan secara murah. Dan jika anak bangsa bergotong royong melakukan donasi, dengan donasi sebesar 100 ribu saja sudah membantu empat orang," kata Ganjar.

    Pemerintah, menurutnya, harus berpihak pada karya anak bangsa. Ia berharap pemerintah dapat menggerakkan daerah-daerah untuk menggunakan alat ini untuk meningkatkan surveillance di tingkat daerah.

    "Di kondisi saat ini, di mana pandemi terus meningkat, negara harus berpihak. Keberanian pemerintah dalam memutuskan menjadi penting," ucapnya.

    Senada dengan hal ini, ketua tim peneliti Genose, Kuwat Triyana menuturkan, bahwa produksi GeNose diutamakan kepada pemerintah serta perusahaan yang akan memanfaatkan GeNose untuk melakukan deteksi kepada banyak orang.

    Baca juga:  Deteksi Covid-19 dengan GeNose, Harus Puasa Petai Hingga Rokok

    Hingga 31 Desember 2020, pihaknya telah menerima lebih dari 10 ribu pesanan untuk GeNose. Kapasitas produksi sendiri ditargetkan mencapai 5.000 hingga 10 ribu di bulan Januari 2021 dan akan ditingkatkan pada Februari mendatang sesuai dengan jumlah permintaan yang masuk.

    “Kita tidak merekomendasikan alat ini untuk dimiliki pribadi. Bukannya kita tidak butuh uang, tapi ini kita alokasikan agar dalam sehari alat ini dapat menguji 120 hingga 200 orang, kalau kita punya 10 ribu itu dua juta orang sehari,” paparnya.

    Alat yang sudah memperoleh paten dalam negeri ini, terangnya, memiliki sejumlah perbedaan dengan alat serupa yang sudah dikembangkan di beberapa negara, salah satunya dalam penggunaan kantong penampung napas yang terpisah dari alat GeNose sehingga mengurangi kemungkinan transmisi virus.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id