Alkes Dalam Negeri Harga Murah Kualitas Setara Produk Impor

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 20 Mei 2020 17:04 WIB
    Alkes Dalam Negeri Harga Murah Kualitas Setara Produk Impor
    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: Kemenristek/Humas
    Jakarta:  Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut produk alat kesehatan (alkes) yang kini sudah diproduksi oleh Konsorsium Covid-19 untuk penangan covid-19 akan lebih murah dibandingkan dengan produk alkes impor. 

    Ia menjelaskan, baik produk ventilator dan alat tes, biaya produksinya memang lebih murah, dan kualitasnya setara dengan produk impor.  “Kalau menghitung biaya produksi dengan juga biaya pengujian dan seterusnya, perkiraan baik ventilator, rapid tes kit, PCR tes kit harga jual atau untuk pengadaan nantinya akan lebih murah dari produk impor yang setara. Artinya kira-kira kualitas sama,” kata Bambang dalam Video Konferensi, Rabu, 20 Mei 2020.

    Ini juga tidak lepas dari kemampuan peneliti dan inovator dalam memproduksi alat kesehatan tersebut dengan efisien. Selain itu juga peran industri menjadi kunci keberhasilan produksi alkes dalam negeri.

    “Industri juga bisa melakukan proses produksi dengan pendekatan yang cukup efisien, meskipun bukan pelaku di industri kesehatan.  Karena mereka di bidang lain, dengan teknologi yang mereka pahami bisa memproduksi barang yang lebih murah,” terangnya.

    Baca juga:  Harkitnas 2020, Jokowi Luncurkan 55 Produk Inovasi Covid-19

    Lebih lanjut Bambang mengatakan, saat ini memang alat kesehatan mahal harganya.  Terlebih lagi di tengah tingginya permintaan karena banyak negara yang belakangan ini membutuhkan. Kondisi itu yang motivasi peneliti untuk membuat alat kesehatan secara mandiri.

    “Dalam kondisi pandemi ini, otomatis harga alat-alat kesehatan yang vital seperti ventilator, alat tes, pasti mahal secara global. Karena meningkatnya aktivitas luar biasa di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

    Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hammam Riza mencontohkan, untuk rapid tes kit buatan BPPT misalnya, harganya di bawah Rp100 ribu. Sementara untuk PCR tes kit sedikit di atas Rp100 ribu.

    “Kalau kita dengar dari media, itu harga PCR test kit di Rumah Sakit itu banyak harganya di atas Rp1 juta, itu cukup signifikan dibandingkan test kit lokal,” terangnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id