Skema Kolaborasi Riset-Inovasi Diaspora Indonesia Diluncurkan

    Pemerintah Siapkan Pendanaan untuk Diaspora Peneliti Covid-19

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 April 2020 07:07 WIB
    Pemerintah Siapkan Pendanaan untuk Diaspora Peneliti Covid-19
    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: Tangkapan layar video konferensi.
    Jakarta:  Kementerian Riset Teknologi (Kemenristek) meluncurkan program Skema Kolaborasi Riset-Inovasi Diaspora Indonesia. Program ini berupa program pendanaan penelitian bagi ilmuwan diaspora, utamanya yang melakukan penelitian tentang penanganan pandemik virus korona (covid-19) di Tanah Air.

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, kolaborasi penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memecahkan permasalahan covid-19 di Indonesia.

    “Peran peneliti salah satunya memberikan kontribusi dan solusi terhadap permasalahan nasional, terutama saat ini pada masalah penanganan pandemi covid-19 di Indonesia," kata Bambang dalam konferensi video di Jakarta, Kamis malam, 9 April 2020.

    Baca: Ventilator Buatan ITS Segera Diproduksi Massal

    Bambang menyebut, tema program tahun ini yakni bagaimana riset dan inovasi diaspora diarahkan untuk mendukung penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. Untuk itu, topik penelitian yang diusulkan fokus mendukung penanganan permasalahan pandemi dari berbagai bidang ilmu.

    "Baik public health, medicine, engineering, pemanfaatan big data, bagaimana penanganan  masalah ekonomi setelah pandemi berakhir, ketahanan sosial masyarakat, dan selanjutnya,” ujarnya.

    Setiap proposal dalam program ini akan mendapat suntikan dana Rp2 Miliar per tahun dengan durasi tiga tahun.  Dana riset ini berasal dari pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) yang bekerja sama dengan  Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek/BRIN.

    Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban berharap, skema ini bisa mendorong terciptanya kolaborasi riset antara periset nasional dengan diaspora dalam rangka meningkatkan kualitas riset nasional.

    Sekaligus, sebagai ruang kontribusi bagi diaspora untuk turut membangun  kemandirian teknologi dan daya saing ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nasional.  Terutama pemanfaatannya dalam hal penanggulangan covid-19 di Indonesia.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id