UI Kembangkan Penerjemah Bahasa Isyarat ke Teks Bahasa Indonesia

    Citra Larasati - 25 Agustus 2020 14:32 WIB
    UI Kembangkan Penerjemah Bahasa Isyarat ke Teks Bahasa Indonesia
    Proses perekaman bahasa isyarat untuk diterjemahkan ke dalam teks bahasa Indonesia. Foto: Dok. UI
    Jakarta:  Peneliti sekaligus dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Dr. Erdefi Rakun mengembangkan sebuah aplikasi mobile yang mampu mengenali, menerjemahkan, dan mentransformasi video gerakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) ke dalam teks Bahasa Indonesia. 

    Saat ini, aplikasi hasil inovasi UI tersebut dapat diakses melalui smartphone dengan platform Android. Pembuatan aplikasi didukung oleh sejumlah peneliti dari Lab Machine Learning and Computer Vision Fasilkom UI serta bekerja sama dengan para guru dan murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Santi Rama yang telah menguasai SIBI.

    Sistem penerjemah yang dibangun Erdefi ini mampu mengenali isyarat SIBI dengan tingkat akurasi 98 persen. Untuk dapat menerjemahkan gerakan isyarat SIBI ke teks bahasa Indonesia, aplikasi perlu kemampuan untuk mengenali setiap gerakan isyarat SIBI. 

    Maka, Erdefi menggandeng para guru dan murid Santi Rama di dalam kegiatan perekaman gerakan isyarat SIBI. Proses perekaman dapat dilihat pada kanal YouTube Fasilkom UI https://s.id/YouTubeFasilkomUI.

    SIBI merupakan bahasa isyarat yang diakui pemerintah dan digunakan di lingkungan pendidikan formal dan media informasi sebagai bahasa pengantar untuk para penyandang tunarungu dan tunawicara. “Kami ingin memfasilitasi pembelajaran bahasa isyarat bagi mereka yang membutuhkan, baik itu yang berkebutuhan khusus maupun tenaga pengajar, orang tua maupun masyarakat," kata Erdefi.

    Erdefi tengah mengembangkan dua aplikasi berkaitan dengan SIBI, yaitu aplikasi untuk  menerjemahkan text to gesture dan aplikasi untuk menerjemahkan gestures to text. Namun, pada kesempatan awal, kami memfokuskan untuk menangani masalah tersulit terlebih dahulu, yaitu sistem penerjemahan gestures to text.

    “Sistem penerjemah yang kami kembangkan mampu mengakomodasi gerakan isyarat dalam SIBI yang mengikuti struktur tata Bahasa Indonesia, seperti penyusunan kata-kata bahasa Indonesia yang memiliki infiks, prefiks, dan sufiks," paparnya.

    Baca juga:  Rumah Sakit Kontainer Rancangan Mahasiswa ITS Sabet Emas

    Masalah pengenalan kata berimbuhan sebagai suatu unit akan memerlukan komputasional yang tinggi dan membutuhkan basis data yang besar. "Hal ini disebabkan karena ada banyak sekali kemungkinan kombinasi imbuhan dan kata dasar, dan adanya kata-kata baru yang terus ditambahkan ke Bahasa Indonesia,” kata Erdefi.

    Salah satu keunikan dari SIBI adalah adanya isyarat kata berimbuhan yang dibentuk dengan menggabungkan gerakan isyarat imbuhan (awalan, akhiran, partikel) dengan gerakan isyarat kata dasar. Sistem penerjemah ini juga memiliki kemampuan untuk mengenali komponen-komponen yang membangun suatu isyarat kata berimbuhan. 

    Dengan adanya kemampuan tersebut, sistem yang dibangun Erdefi ini juga akan mudah beradaptasi terhadap penambahan kata-kata baru di Bahasa Indonesia.  Untuk membangun sistem penerjemah ini, Erdefi dan tim menggunakan MobileNet untuk mengekstraksi fitur video,  model Threshold Conditional Random Fields (T-CRF).

    Fitur ini untuk mengidentifikasi frame video mana yang mengandung gesture dan frame video mana yang berisi nongesture (gerakan transisi); dan model LSTM Bidirectional 2-layer untuk melakukan klasifikasi proses perekaman gerakan isyarat.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id