UB Menangkan Hibah Riset Covid-19 dari UKRI

    Citra Larasati - 06 September 2020 15:58 WIB
    UB Menangkan Hibah Riset Covid-19 dari UKRI
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Universitas Brawijaya (UB) menangkan hibah penelitian Covid-19 dari United Kingdom Research and Innovation (UKRI). Sebagaimana diketahui lembaga tersebut mengucurkan pembiayaan untuk 20 hibah senilai total 7.5 juta poundsterling.

    Hibah tersebut merupakan proyek global untuk mendukung orang yang rentan terdampak Covid-19 di 20 negara berkembang.  Ketua tim peneliti UB, Faishal Aminuddin mengatakan, skema ini adalah pembiayaan untuk proyek sampai 18 bulan dengan tujuan memitigasi dan menjawab persoalan kesehatan, sosial ekonomi, budaya dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19.

    “Produk luarannya, selain menjadi bagian publikasi akademik, juga menjadi rekomendasi kebijakan untuk pemerintahan di masing-masing negara,” katanya.

    Baca juga:  Proses Vaksin Merah Putih Sudah Separuh Jalan

    Dalam skema UKRI GCRF/Newton Fund Agile Response call to address COVID-19 ini, terdapat 20 proposal yang dibiayai.  Untuk Universitas Brawijaya akan berkolaborasi dengan University of Portsmouth (UoP).

    Saseendran Pallikadavath, Principal Investigator dari UoP Inggris mengatakan, topik riset yang meraih hibah dari UKRI ini berjudul “Socio-economic and health impact of Covid-19 on international female migrants and their left-behind families in Indonesia”.

    Berawal dari fakta bahwa sebanyak 80 persen atau sekitar 1.3 juta orang pekerja migran internasional adalah perempuan, riset ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang cepat terkait kondisi pekerja migran perempuan yang terdampak pandemi Covid-19. Bukan hanya mereka yang masih tinggal di luar negeri, melainkan juga bagi keluarga yang mereka tinggalkan.

    Riset ini akan dijalankan dengan Sequential mixed methods yang mewawancarai 600 orang anggota keluarga pekerja migran perempuan, lebih dari 90 kepala rumah tangga terseleksi dan survei online terhadap 5.000 pekerja migran di luar negeri.

    Tahapan kegiatan lainnya adalah wawancara dengan pengambil kebijakan di semua tingkatan pemerintahan, konsultansi dengan stakeholder dan media massa. Semua rangkaian kegiatan diharapkan selesai dalam 18 bulan mendatang.

    Dalam riset ini, UB melibatkan mitra dari pemerintah pusat yakni Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak dan BNP2TKI. Dari pihak LSM terdapat Migrant Care, dan beberapa lainnya di tingkat lokal.

    Selain melibatkan beberapa institusi, ada beberapa dosen UB yang ikut terlibat di dalamnya, antara lain Keppi Sukesi dari Fakultas Pertanian sebagai pakar sosiologi ekonomi dan studi gender dan Sujarwoto dari Fakultas Ilmu Administrasi sebagai ahli kebijakan publik dan kesehatan masyarakat.

    Wakil Rektor bidang Akademik, Aulanni’am berharap hibah yang didapat bisa menjadi pemacu semangat seluruh sivitas UB agar senantiasa mengasah diri untuk mampu berkompetisi di tingkat internasional.

    UB sendiri memfasilitasi banyak kegiatan kolaborasi dengan mitra kerja dari luar negeri melalui berbagai program baik visiting professor sampai dukungan bagi kolaborasi riset internasional. 

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id