Mahasiswa ITS Rancang Sensor Pendeteksi Illegal Fishing dan Tsunami

    Arga sumantri - 06 Oktober 2020 09:04 WIB
    Mahasiswa ITS Rancang Sensor Pendeteksi <i>Illegal Fishing</i> dan Tsunami
    Inovasi sensor bawah laut rancangan mahasiswa ITS. Foto: Dok Humas ITS.



    Surabaya: Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggagas inovasi yang dinamai Humanless Underwater Sensors Technology (HUST). Inovasi ini merupakan teknologi sensor bawah laut yang diaplikasikan pada perairan perbatasan Indonesia.

    Kelima penggagas inovasi ini yaitu Wildan Muhammad Mursyid (Teknik Material 2017), Ghifari Hanif Mustofa (Teknik Mesin 2017), Ahmad Fahmi Prakoso (Teknik Material 2018), Edo Danilyan (Biologi 2018), dan Aldiansyah Wahfiudin (Teknik Material 2018). Ketua Tim, Wildan Muhammad Mursyid, mengatakan, alat ini berfungsi untuk mendeteksi masuknya kapal tanpa izin resmi ke perairan Indonesia atau kapal yang dicurigai melakukan illegal fishing.

     



    "Selain itu, HUST juga dapat digunakan untuk mendeteksi bencana laut seperti gempa laut dan tsunami," ujar Wildan melalui siaran pers, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Wildan menjelaskan, ide tersebut muncul karena beberapa sebab. Salah satunya, banyaknya kasus illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian di bidang ekonomi. Jika hal ini terus dibiarkan, maka dapat menyebabkan biomassa ikan di perairan Indonesia juga cepat menurun.

    Baca: Inovasi Alumni ITB, Paving Block Berpori untuk Cegah Banjir

    Ia menambahkan, Indonesia juga belum memiliki pengembangan teknologi sensor dan pendeteksi gempa di bawah laut. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sensor deteksi (seismic network) yang diletakkan di daratan. HUST diharapkan dapat menjadi sarana dalam peletakan sensor deteksi di wilayah perairan, sehingga dapat meningkatkan akurasi sistem deteksi yang sudah ada.

    Mahasiswa asal Klaten ini mengungkapkan, HUST bekerja menggunakan beberapa mekanisme sensor. Di antaranya adalah sensor gempa untuk mendeteksi getaran dasar laut, sensor logam untuk mendeteksi kapal yang mendekat, dan sensor ID untuk mendeteksi Transmitter ID yang sudah memiliki izin penangkapan ikan di wilayah perbatasan. 

    "Ketiga sensor tersebut memiliki peran masing-masing dalam penggunaanya," tuturnya.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id