Lewat Matematika, Dosen Unpad Bisa Tekan Laju Kepunahan Bahasa

    Citra Larasati - 11 April 2021 09:09 WIB
    Lewat Matematika, Dosen Unpad Bisa Tekan Laju Kepunahan Bahasa
    Pemodelan matematikan untuk memprediksi laju kepunahan bahasa. Foto: Unpad/Humas



    Jakarta:  Model matematika bisa digunakan untuk memprediksi waktu terjadinya kepunahan suatu bahasa. Adanya pemodelan matematika dapat membantu pihak terkait untuk mengambil keputusan optimal.

    “Ada keterkaitan erat dalam ranah penelitian atau pun kajian dalam hal kebahasaan dan juga matematika,” ujar Dosen Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Diah Chaerani, M.Si., dalam “Kuliah Umum Bahasa dan Matematika: Model Matematika untuk Kepunahan Bahasa”, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 10 April 2021.






    Kaprodi S2 dan S3 Matematika FMIPA Unpad ini menjelaskan, dalam matematika, pemodelan optimisasi dapat membantu pihak terkait untuk mengambil keputusan optimal.  Yakni dengan menggunakan hasil riset kuantitatif serta berdasarkan pada fakta dan data.

    Baca juga:  Profesor UNAIR Teliti Nanopartikel Daun Kelor Sebagai Obat Antikanker

    Diah pun menawarkan suatu konsep model optimasi kepunahan bahasa. Model optimasi ini digunakan untuk meminimumkan laju kepunahan dari setiap bahasa yang akan diamati.

    Dalam model tersebut, ditentukan berapa jumlah penutur suatu bahasa sehingga bisa mempertahankan bahasanya.

    “Jadi kan laju kepunahan bahasa bergantung jumlah orang atau jumlah penuturnya. Maka kita harus tahu secara presisi sebetulnya jumlahnya harus berapa supaya tidak terjadi kepunahan. Nah, itu kajian optimisasinya,” ujar dosen yang menggeluti bidang riset operasi dan optimisasi ini.

    Dijelaskan Diah, model tersebut meminimumkan laju dinamika kepunahan bahasa dengan melihat jumlah penutur dari suatu level minimal yang diberikan, semua fraksi penutur berjumlah 1, serta melibatkan peluang pergeseran bahasa dan tingkat volatility.

    Menurutnya, pengembangan model tersebut memungkinkan adanya kajian lebih lanjut dari bidang bahasa maupun matematika.

    “Memungkinkan kita lakukan dengan kajian merger. Selain kajian bahasanya, tapi dari metode matematikanya sendiri pun kita bisa menggabungkan beberapa metode, antara lain persamaan diferensial, model dinamika atau sistem dinamik, dan optimisasi,” ujar Diah.

    Diah melanjutkan, pengembangan riset dalam bidang bahasa dan matematika dapat terus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek prospektif dalam pemodelan matematika. Jalinan kerja sama dengan berbagai pihak juga perlu dilakukan.

    “Tentunya model matematika tidak akan bermakna tanpa data, sehingga tentu saja untuk menguji validasi model-model yang kita tawarkan diperlukan jalinan kerja sama antar institusi, baik universitas, badan riset, maupun instasi yang memiliki data terkait bahasa,” ujarnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id