BRIN Dorong 80% Riset dan Pengembangan Berasal dari Swasta

    Antara - 24 November 2021 16:32 WIB
    BRIN Dorong 80% Riset dan Pengembangan Berasal dari Swasta
    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Webinar.



    Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong 80 persen anggaran riset dan pengembangan (R&D) berasal dari swasta. Bukan dari duit negara atau pemerintah, agar Indonesia memiliki ekosistem riset dan inovasi yang kondusif.

    "Setidaknya R&D Indonesia itu sesuai standar UNESCO harus 80 persen oleh pihak non-pemerintah, kalau sekarang 80 persen masih pemerintah, 20 persen hanya swasta," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam pembukaan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, Rabu, 24 November 2021.

     



    Handoko mengatakan, dalam ekosistem riset dan inovasi yang kuat, maju dan mampu mendongkrak perekonomian, peran pemerintah atau negara dalam mendanai riset dan pengembangan di Tanah Air seharusnya semakin kecil. Sementara, porsi swasta semakin lama semakin dominan.

    Di Malaysia, kata dia, 75 persen riset dan pengembangan berasal dari swasta, sementara pemerintah hanya 25 persen. Sedangkan di Indonesia, 80 persen riset dan pengembangan masih berasal dari pemerintah, dan hanya 20 persen dari swasta.

    "Karena ekonomi kita akan tumbuh, kalau pelaku usahanya tumbuh, bukan pemerintahnya yang tumbuh," tuturnya.

    Baca: Pohon Emas Ternyata Ada di Indonesia, Ini Penjelasan Pakar IPB

    Ia mengatakan, dengan 80 persen riset dan pengembangan dari swasta, maka swasta menjadi pelaku dominan bukan lagi pemerintah. Itu menjadi harapan pemerintah Indonesia.

    Handoko menuturkan target untuk semakin banyak pihak swasta mempunyai R&D mandiri menjadi indikator kinerja (key performance indicator) BRIN dalam jangka panjang. "Itulah target kita dalam jangka panjang yang dibebankan kepada kami semua di BRIN," ujar Handoko.

    Handoko mengatakan BRIN akan memfasilitasi aktivitas riset dengan segala sumber daya yang dimiliki termasuk sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur riset. Hal ini untuk mendukung tumbuh kembang pembiayaan riset dan pengembangan yang didominasi dari swasta.

    Infrastruktur riset di BRIN akan menjadi platform terbuka bagi semua pihak, sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh berbagai pihak. Termasuk, industri dan pelaku usaha, sehingga industri tidak perlu menghabiskan dananya untuk membangun fasilitas riset.

    Ia menyebut BRIN telah membuat regulasi untuk memungkinkan peminjaman periset di BRIN kepada swasta secara gratis. Itu dilakukan untuk mendukung semakin tumbuhnya aktivitas riset yang dipelopori swasta.

    Selain itu, Handoko mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak termasuk kementerian/lembaga dan khususnya para pelaku usaha untuk bersinergi mendorong ekosistem riset dan inovasi yang lebih baik di Tanah Air.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id