comscore

Peleburan Lembaga ke BRIN, Ini Masalah yang Potensial Terjadi

Ilham Pratama Putra - 11 Januari 2022 21:08 WIB
Peleburan Lembaga ke BRIN, Ini Masalah yang Potensial Terjadi
Ilustrasi. Foto: Dok Humas ITB.
Jakarta: Peleburan sejumlah lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai bakal menimbulkan masalah. Utamanya, terkait nasib kelanjutan riset yang tengah berlangsung di setiap lembaga tersebut.

"Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) terancam keamanannya, selain pengembangannya terkait reaktor generasi terkini," tutur Pengamat Intelijen, Connie Rahakundini Bakrie kepada Medcom.id, Selasa, 11 Januari 2022.
Connie mengatakan, penelitian di lembaga lain juga terancam terkendala. Misalnya, penelitian vaksin yang tengah dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman

"Penelitian Eijkman tidak dibiayai lagi selama tahun 2020 tentang vaksin Merah Putih, padahal ini sangat urgent bagi kemandirian vaksin," jelas dia.

Baca: Peleburan 5 Lembaga ke BRIN Dinilai Tergesa-gesa

Ia mengatakan, kebijakan peleburan juga mengancam eksistensi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Connie menilai, selama ini Lapan merupakan salah satu lembaga riset yang sangat kokoh di Indonesia.

"Lapan itu pentingnya terkait perang masa depan yang erat relasinya pada kemampuan penguasan tech airspace. Litbang pertanian yang juga terdampak, berpengaruh pada target program swasembada pangan kita tahun depan," tuturnya.

Setidaknya ada lima lembaga dileburkan ke dalam tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kelima lembaga itu antara lain, Batan, Lapan, LBM Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Kebijakan ini sesuai Pasal 58 Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang BRIN. Aturan tersebut menyatakan, mulai 1 September 2021, seluruh lembaga penelitian tersebut diintegrasikan ke dalam BRIN.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id