Kemenristek Gelontorkan Rp20 Miliar untuk Riset Korona

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 26 Maret 2020 16:39 WIB
    Kemenristek Gelontorkan Rp20 Miliar untuk Riset Korona
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional mengucurkan dana Rp 20 miliar untuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Dana tersebut digunakan oleh Konsorsium Covid-19 untuk melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbang Jirap), mulai dari pengembangan peta geospasial hingga obat dan vaksin Korona.

    Bambang menjelaskan, dana ini diambil dari realokasi anggaran di Kemeristrek/BRIN. Dana sebesar Rp20 miliar ini merupakan tahap awal.

    “Pengalokasian anggaran kemenristek yang sesuai instruksi Presiden sudah kami realokasi dari belanja rutin, khususnya belanja perjalanan dinas untuk mendanai kegiatan Litbang Jirap yang dilakukan oleh Konsorsium covid-19 ini,” jelas Bambang.

    Bambang menyebut, anggaran tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan Konsorsium Covid-19.  “Anggaran 20 miliar untuk penelitian mulai dari Rapid Test Kit, suplemen seperti jambu biji, untuk obat, kemudian untuk vaksin di samping kajian epidemiologi, dan sosial,” sebutnya.

    Lebih lanjut Bambang menyebut, dana sebesar Rp20 miliar ini belum termasuk untuk produksi hand sanitizer maupun chamber.  Untuk itu, nantinya akan ada dana tambahan tersendiri.

    “Itu akan di-top up dari Rp20 miliar itu tentunya, berapa akan realokasi sesuai kebutuhan, paling tidak Rp20 miliar buat konsorsium Ristek/BRIN agar bisa memulai aktivitasnya masing-masing,” tegasnya.

    Baca juga:  Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

    Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Kemenristek (Kemenristek/BRIN) telah membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.  Konsorsium ini akan dipimpin Plt. Staf Ahli Bidang Insfratruktur Menristek, Ali Ghufron Mukti.

    Konsorsium ini terdiri dari lembaga litbangjirap, termasuk dari Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK). Yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

    Selain itu juga di dalamnya ada perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Airlangga, serta melibatkan para peneliti diaspora Indonesia di luar negeri. Ada juga sektor industri farmasi ada PT Biofarma dan PT SOHO. 




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id