comscore

Rektor Unair: Riset Guru Besar Harus Dihilirisasi Jadi Produk

Arga sumantri - 08 Desember 2021 21:31 WIB
Rektor Unair: Riset Guru Besar Harus Dihilirisasi Jadi Produk
Rektor Unair Mohammad Nasih. Foto: Dok Humas Unair.
Surabaya: Universitas Airlangga (Unair) mengukuhkan empat guru besar baru. Para guru besar berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Farmasi, Sains dan Teknologi, dan Kedokteran Gigi.

Dua guru besar di Fakultas Sains dan Teknologi yang dikukuhkan yakni Hartati dalam bidang Ilmu Kimia dan Alfiah Hayati dalam bidang Ilmu Fisiologi Hewan. Kemudian, Dewi Melani Hariyadi, dalam bidang Ilmu Farmasetika Fakultas Farmasi, dan Indah Listiana Kriswandini dalam bidang Ilmu Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi.

 



Rektor Unair Mohammad Nasih mengatakan adanya tambahan guru besar akan lebih memberikan kontribusi secara signifikan bagi kemajuan, baik nasional maupun global. Ide dan gagasan yang disampaikan guru besar baru merupakan energi dan semangat baru yang akan menginspirasi masyarakat. 

"Diharapkan, gagasan yang sudah disampaikan dapat ditindaklanjuti dalam langkah riset yang lebih riil untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat baik nasional maupun internasional," ungkap Nasih mengutip siaran pers Unair, Rabu, 8 Desember 2021.

Nasih mengungkapkan, tugas para guru besar dan akademisi yaitu dapat mengoptimalkan pemanfaatan itu sebaik-baiknya untuk kesejahteraan umat manusia. Menurutnya, mencari dan menemukan sesuatu bermanfaat bagian tugas dari para cendekia. 

"Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, yang ada penyakit tersebut belum ditemukan obatnya oleh para peneliti," paparnya.

Baca: Unair Gelar Wisuda Offline Pertama di Masa Pandemi, Ini Pesan Rektor

Ia menekankan guru besar bertanggung jawab dalam meningkatkan dan menindaklanjuti hasil riset. Salah satunya, yang berkaitan dengan desain penghantaran obat, dan pemanfaatan katalis yang lebih ramah lingkungan guna menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi bersama. 

"Guru besar dan cerdik cendekia diharapkan mampu mengarahkan perilaku masyarakat dan menemukan solusi agar bermacam upaya yang seringkali dianggap lazim dan berdampak tidak baik dapat dihindari dan diberikan alternatif pemanfaatannya," tuturnya. 

Nasih menambahkan, menjadi guru besar berarti memegang amanah ilmu pengetahuan dan kesejahteraan dengan jalan mencari dan memberikan solusi atas berbagai macam persoalan. Serta, jadi alternatif bagi kehidupan yang lebih mulia dan efektif agar yang normal menjadi new normal. 

"Kami siap mendorong riset-riset yang ditindaklanjuti menjadi produk yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan dampaknya menjadi luar biasa," ungkapnya. 

Ia mengatakan, keberadaan Unair hanya akan diakui manakala akademisinya terus memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat dan negara. "Kita berharap riset yang dilakukan tidak hanya berhenti pada publikasi semata, tapi outcome-nya diharapkan bisa menghasilkan produk," tuturnya. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id