Pegagan dan Rimpang Kunyit Potensial Atasi Gangguan Kognitif

    Arga sumantri - 14 September 2021 15:54 WIB
    Pegagan dan Rimpang Kunyit Potensial Atasi Gangguan Kognitif
    Mahasiswa S3 UGM Abdul Gofir. Foto: Dok Humas UGM.



    Yogyakarta: Gangguan kognitif vaskular merupakan kondisi gangguan kognitif pada minimal satu domain kognitif dengan bukti riwayat klinis stroke ataupun kerusakan vaskular serebral subklinis akibat faktor risiko vaskular. Kondisi tersebut apabila menyebabkan ketergantungan kepada orang lain merupakan bentuk terberat dan disebut sebagai demensia vaskular. 

    Gangguan kognitif vaskular ini menjadi penyebab terjadinya demensia bagi penderita penyakit Alzheimer. Untuk mengobati penyakit ini, mahasiswa S3 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gofrr, mengembangkan potensi obat herbal seperti Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) dan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) untuk perbaikan fungsi kognitif bagi penderita Alzheimer.

     



    Meski baru sebatas penelitian uji praklinik dan klinik tentang sediaan kandidat fitofarmaka kombinasi ekstrak tersebut, namun mengkaji aktivitas farmakodinamik, toksisitas akut, toksisitas subkronik, tolerabilitas dan keamanan pada relawan sehat serta efektivitas dan keamanan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada pasien dengan gejala memori ringan atau mild cognitive Impairment (MCI). 

    Baca: Nanogold, 'Susuk Emas Modern' Temuan Profesor Unesa Bantu Tubuh Lawan Covid-19

    Penelitian dilakukan menggunakan 27 hewan uji model stroke dilakukan tes menggunakan Y-Maze dan didapatkan hasil bahwa tikus normal memiliki perilaku alternasi spontan lebih tinggi (80 persen) dibandingkan tikus model stroke (58,34 persen).

    Selanjutnya, dilakukan penelitian eksploratif dalam membuat sediaan kapsul kombinasi ekstrak dengan CPOTB, uji aktivitas farmakodinamik sediaan kandidat fitofarmaka tersebut pada model tikus stroke. Uji toksisitas akut dan subkronis dengan eksperimen quasi pre and post test-only controlled group design, serta uji klinik fase 1 dan 2 dengan metode randomized controlled trial.

    Pada uji aktivitas farmakodinamik, ekstrak kombinasi berbagai dosis tidak lebih inferior dibanding dengan pemberian donepezil dan berbeda bermakna dengan plasebo. Uji toksisitas akut, didapatkan nilai LD50 lebih besar dari 2.000 mg/kg tidak menyebabkan efek toksik pada organ-organ penting. 

    Sementara, pada uji toksisitas subkronik, terdapat peningkatan SGOT, SGPT dan kreatinin namun gambaran histologi hepar dan ginjal tidak ada perbedaan dengan kelompok kontrol.  

    "Peningkatan fungsi kognitif didapatkan dengan penambahan sediaan kombinasi ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit yang tertinggi pada dosis tinggi dan dosis sedang," papar Abdul Gofir mengutip siaran pers UGM, Selasa, 14 September 2021.

    Baca: Mahasiswa UGM Olah Limbah Organik Pasar Jadi Medium Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat

    Ia menyimpulkan bahwa tanaman pegagan dan rimpang kunyit memiliki potensi mengobati gejala memori ringan. Menurutnya, tanaman herbal saat ini masih banyak diminati oleh masyarakat serta mulai banyak diteliti manfaatnya di bidang medis karena potensi terapeutiknya. 

    Apalagi Pegagan termasuk keluarga Apiaceae (Umbelliferae) merupakan tanaman obat yang banyak ditemukan di Asia, India, dan Timur Tengah dengan nama yang berbeda-beda. Pegagan sering digunakan untuk penyembuhan luka, mengatasi aterosklerosis, antijamur, antibakteri dan antikanker Ekstrak daun pegagan. Sedangkan rimpang kunyit dapat memperbaiki fungsi kognitif.

    "Riset pengembangan sediaan kandidat fitofarmaka dirasakan sangat penting mengingat belum banyak dilakukan sehingga menjadi dasar penelitian sediaan tersebut untuk memperbaiki fungsi kognitif," ungkapnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id