comscore

4 Perempuan Peneliti BRIN Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset

Ilham Pratama Putra - 10 Maret 2022 14:17 WIB
4 Perempuan Peneliti BRIN Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengukuhkan profesor riset. Medcom.id
Jakarta: Majelis Profesor Riset mengukuhkan empat profesor perempuan di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis, 10 Maret 2022. Keempat profesor tersebut, yakni Ratih Dewanti, Ganewati Wuryandari, Widjajanti, dan Rike Yudianti.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan gelar kepada keempatnya merupakan gelar tertinggi yang dicapai seseorang dalam karier sebagai periset. Handoko menyebut gelar profesor riset tidak hanya gelar yang melekat.
"Namun, yang lebih daripada itu, gelar ini memberikan beban tambahan yang tidak ringan kepada yang telah dikukuhkan,” kata Handoko dalam Orasi Pengukuhan Profesor Riset di Lingkungan BRIN secara daring, Kamis, 10 Maret 2022.

Handoko mengingatkan profesor riset memiliki tanggung jawab yang sangat besar tidak hanya untuk diri sendiri. Namun, diharapkan menjadi penghela terdepan untuk kelompok-kelompok riset.

"Karena itulah tanggung jawab menjadi profesor riset," tegas dia.

Handoko menyebut berdirinya BRIN sebagai lembaga riset merupakan bagian dari milestone perubahan besar dalam kelembagaan riset di Indonesia. Dia menuturkan untuk mewujudkan milestone ini tidak mudah karena SDM BRIN berasal dari berbagai macam entitas berbeda yang bergabung menjadi satu.

“Saya yakin dengan adanya SDM dan talenta yang kita miliki, termasuk empat profesor riset yang baru dikukuhkan, kita dapat melakukan percepatan untuk mewujudkannya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” kata Handoko.

Terpenting, kata Handoko, sesuai dengan tugas fungsi dan tujuan berdirinya BRIN, pihaknya akan fokus melakukan aktivitas riset. Hal itu diperlukan untuk memajukan riset dan inovasi di Indonesia.

Pengukuhan empat profesor riset ini membuktikan BRIN memiliki kesinambungan kaderisasi peneliti untuk menghasilkan karya-karya penelitian berkualitas internasional. “Semoga hal ini bisa menjadikan semangat bagi peneliti lainnya, agar kaderisasi kompetensi tetap terjaga dan berkesinambungan,” tutur Handoko.

Profil singkat

Ratih Dewanti merupakan profesor bidang penginderaan jauh yang meneliti efisiensi pengolahan data penginderaan jauh optik. Penelitiannya berkontribusi menghasilkan data dan informasi dalam mendukung pemantauan mangrove.

Ganewati Wuryandari merupakan peneliti di bidang hubungan internasional. Dalam orasinya tentang Politik Luar Negeri Era Reformasi, ia menyampaikan perjalanan Indonesia dari awal penjajahan yang berperan aktif dalam percaturan politik internasional.

Indonesia diharapkan dapat memadukan strategi normatif dan fungsional dalam menjalankan peran sebagai negara kekuatan menengah. Di samping itu, pelibatan pemangku kepentingan juga diperlukan sehingga ada legitimasi lebih kokoh untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri ke depan.

Widjajanti menjadi profesor di bidang sosiologi gender. Dia mendalami perspektif sosiologi feminisme untuk menunjukkan lemahnya representasi perempuan dan upaya resistansi.

Sedangkan, Rike Yudianti merupakan pakar bidang teknik material. Rike memaparkan orasi terkait pemanfaatan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nano karbon sebagai material fungsional.

Dia menjelaskan soal perkembangan iptek dan potensi nanoselulosa dan nanokarbon, pengembangan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nano karbon. Serta peluang pemanfaatan nanoselulosa dan nano karbon di Indonesia.

Baca: Peneliti Perempuan Didorong Tak Ragu Berbagi Ide
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id