GeNose UGM Diharapkan Bisa Diproduksi Massal Akhir November

    Ahmad Mustaqim - 12 Oktober 2020 18:54 WIB
    GeNose UGM Diharapkan Bisa Diproduksi Massal Akhir November
    GeNose, inovasi UGM untuk alat deteksi covid-19 dengan menggunakan embusan napas. Foto: Dok. UGM
    Yogyakarta: Alat tes virus korona (covid-19) milik Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose tengah menjalani proses uji diagnosis di sembilan rumah sakit. Ia berharap GeNose UGM bisa diproduksi massal pada akhir November 2020 setelah surat kelayakan uji fungsi keluar dari komite etik. 

    "Tapi itu juga masih menunggu, karena setelah uji diagnosis, kita juga harus presentasi ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dulu, apa hasil yang dikeluarkan alat betul-betul akurat, baru Kemenkes mengeluarkan izin edar," kata salah satu peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, di Yogyakarta, Senin, 12 Oktober 2020.

    Dian mengatakan, hambatan proses uji klinis dan diagnosis GeNose yakni pada penyediaan plastik pembungkus udara napas pasien yang akan diujikan. Saat ini, pihaknya masih mengandalkan jenis plastik yang dijual di pasaran dengan harga kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per buah.

    "Tapi, sekarang kami ada kerja sama dengan mitra bisnis yang bisa mendesain dan membuat plastik yang sesuai kriteria kami tapi harganya hanya Rp10 ribu per plastik. Apalagi limbah plastiknya bisa didaur ulang. Tapi sebenarnya ini bukan hambatan yang berarti juga," ungkapnya.

    Dian menegaskan, GeNose masih terlalu dini disebut alat diagnosis. Ilmu kedokteran mensyaratkan, untuk bisa mencapai standar diagnosis, sebuah alat harus punya akurasi medis meliputi sensitivitas, spesifisitas, dan Positive Predictive Value, yang nilainya harus di atas standar.

    Baca: Menristek: GeNose UGM Lebih Akurat Ketimbang Tes Swab PCR

    "Karena belum ada hasil uji diagnosisnya, kita baru bisa mengatakan posisi alat ini sekarang masih bersifat alat screening mendampingi rapid test dan PCR (Polymerase Chain Reaction)," paparnya.

    Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, GeNose dikembangkan atas kerja sama akademisi dari berbagai disiplin ilmu. GeNose bekerja dengan mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi covid-19 yang keluar bersama napas pasien. 

    Panut dan sejumlah akademisi UGM telah bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan progres alat itu. Panut berharap uji dan proses izin alat itu berjalan lancar. 

    "Kami juga memohon doa restu dan dukungan Ngarsa Dalem agar alat ini bisa cepat beredar di masyarakat," ujar Panut.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id