Mahasiswa Itera Kembangkan Alat Deteksi Kantuk untuk Pengemudi Kendaraan Berat

    Antara - 03 Juni 2021 21:26 WIB
    Mahasiswa Itera Kembangkan Alat Deteksi Kantuk untuk Pengemudi Kendaraan Berat
    Mahasiswa Itera kembangkan alat pendeteksi kantuk pada kendaraan berat. Dok Antara



    Bandarlampung: Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan alat pendeteksi kantuk untuk pengemudi kendaraan berat berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT). Ketiga mahasiswa itu yakni David Styawan, Dodi Josua Siregar, dan Lutfi Arazi.

    "Alat yang dikembangkan sebagai tugas akhir mahasiswa itu secara umum berfungsi mendeteksi dan memberikan peringatan bagi pengemudi kendaraan berat yang mengantuk saat berkendara," kata salah satu mahasiswa Itera, Lutfi Arazi, di Bandarlampung, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, kasus kecelakaan kerja yang menjadi kesalahan manusia mengalami kenaikan setiap tahunnya dan mencapai 114.148 kasus. Salah satu penyebabnya yaitu mengantuk saat berkendara.

    "Nah, alat yang kami bertiga buat ini akan berfungsi memberikan peringatan suara melalui alarm kepada pengemudi dan menyampaikan notifikasi khusus ke bagian mandor tempat pengemudi bekerja, ini juga merupakan upaya guna menekan angka kenaikan kasus kecelakaan kerja," ujar dia.

    Baca: Eryzol, Dental Gel untuk Kurangi Risiko Pascaoperasi Gigi

    Ia memaparkan spesifikasi dan fitur alat tersebut terdiri dari dua spesifikasi, keseluruhan dari sistem ini terdiri atas dua bagian, yakni piranti keras (hardware) dan piranti lunak (software).

    Lutfi menyebutkan fitur dasar dari alat ini yakni memberikan suara sirene kepada pengemudi kendaraan ketika terdeteksi mengantuk, dan memberikan notifikasi ke mandor ketika terdapat pengemudi kendaraan berat yang terindikasi mengantuk. Kemudian, sebagai pemrosesan citra pengemudi oleh Raspberry pi 4 Model B yang kemudian dikirim ke database.

    Alat ini pun, kata dia, dilengkapi beberapa fitur tambahan di antaranya desain yang fleksibel, sehingga tidak mengganggu penglihatan pengemudi dan mudah diimplementasikan pada kendaraan berat tanpa perlu mengubah sistem kendaraan tersebut. Mandor juga dapat melihat data citra deteksi berupa tabel dan grafik pada website DETV, serta indikator baterai.

    "Karakteristik dari sistem ini antara lain harus selalu terkoneksi dengan internet, dapat beroperasi pada intensitas cahaya minimal 20 Lux, dan jarak deteksi maksimal 90 cm," kata dia.

    Selain untuk memenuhi tugas akhir, alat pendeteksi pengemudi mengantuk ini juga lolos pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id