Dirjen Vokasi: Riset Harus Dihilirisasi, Jangan Hanya untuk Kenaikan Pangkat

    Citra Larasati - 23 Juni 2021 15:58 WIB
    Dirjen Vokasi: Riset Harus Dihilirisasi, Jangan Hanya untuk Kenaikan Pangkat
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:   Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen di Perguruan Tinggi Vokasi.  Program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya hilirisasi riset-riset terapan di kampus-kampus vokasi. 

    Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan, bahwa kata kunci dari program Riset Keilmuan Terapan ini adalah diawali oleh kolaborasi antara kampus dan industri, pasar atau kebutuhan masyarakat.  Hal ini untuk memastikan riset yang dilakukan di kampus vokasi dapat dihilirisasi.

     



    Sehingga ?riset di kampus vokasi diharapkan tidak lagi hanya bermuara pada publikasi ilmiah semata.  Dosen-dosen vokasi pun akan didorong untuk mengubah pola pikirnya, agar tidak lagi sekadar menghasilkan publikasi ilmiah atau sebatas pemenuhan syarat kenaikan pangkat semata dari riset yang dilakukannya. 

    "Saya tidak menyalahkan publikasi, sebab publikasi ilmiah juga penting. tapi kalau hanya publikasi tanpa produk nyata, maka indonesia tidak akan jadi negara yang kuat hasilkan riset terapannya.  Kenaikan pangkat itu akan menjadi dampak atau bonus dari program ini," tegas Wikan saat Peluncuran program 'Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen di Kampus Vokasi' yang digelar secara daring, Rabu, 23 juni 2021.

    Baca juga:  Kemendikbudristek-LPDP Luncurkan Program Riset Terapan untuk Dosen Vokasi

    Ditjen Pendidikan Vokasi bersama LPDP berkomitmen untuk tidak mempersulit persyaratan yang bersifat administratif dan lebih mengutamakan output riset tersebut. Program ini akan berjalan selama 10 bulan dengan dana usulan maksimal Rp500 juta untuk setiap proposal.

    "Adapun total proposal yang nantinya akan didanai adalah 51 usulan," ungkap Wikan.

    Dua Skema

    Terdapat dua skema yang dapat diajukan oleh para pendaftar. Pertama adalah skema A, yakni pengembangan riset terapan dari permasalahan nyata di DUDI dan masyarakat.

    Luaran atau output yang diharapkan berupa peningkatan produktivitas, akurasi, efisiensi dan efektivitas dapat berbentuk produk, model, prototipe, naskah akademik, model tata kelola, usulan kebijakan yang dikembangkan berdasarkan temuan dan atau masalah di lapangan, baik di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) maupun di masyarakat.
     

    Halaman Selanjutnya
    Kedua adalah skema B, yakni…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id