Terapi Plasma Konvalesen Tak Ditemukan Efek Samping Serius

    Arga sumantri - 12 Oktober 2020 17:07 WIB
    Terapi Plasma Konvalesen Tak Ditemukan Efek Samping Serius
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro melaporkan perkembangan riset terkait terapi plasma konvalesen untuk pasien virus korona (covid-19). Bambang mengatakan, terapi plasma konvalesen sudah melalukan uji klinis fase satu.

    "Di dalam uji klinik fase satu itu tidak ditemukan efek samping yang serius dari terapi tersebut," kata Bambang dalam rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 secara virtual, Senin, 12 Oktober 2020.

    Bambang mengatakan, apabila ada kejadian kematian terhadap pasien yang sedang menjalani uji klinis tersebut, bukan disebabkan kegagalan terapi. Melainkan, akiba penyakit bawaan yang sangat berat. 

    "Karena itu rekomendasi yang dikeluarkan dari uji klinis tahap pertama yaitu terapi ini sebaiknya diberikan kepada pasien kategori sedang. Jangan diberikan kepada pasien kategori berat. Jadi lebih early lebih baik," ujarnya.

    Baca: Terapi Plasma Konvalesen Masuk Uji Klinis Tahap II

    Bambang menambahkan, Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkman juga sedang mengerjakan metode yang dinamai Elisa. Metode ini mengukur kadar antibodi spesifik dari covid-19 yang muncul, baik dari donor plasma covid-19, maupun ketika vaksinasi dilakukan. 

    "Nanti Elisa ini bsa mengukur apakah setelah divaksinasi seseorang itu bisa mengeluarkan antibodi, kadar antibodi yang bisa diharapkan untuk bisa menangkal covid-19," paparnya.

    Terapi plasma konvalesen merupakan bagian hasil riset dan inovasi untuk 3T, yaitu testing, tracing dan treatment. Lebih spesifik, terapi ini masuk kategori treatment covid-19.

    Sementara, terkait testing dan tracing, Bambang memaparkan perkembangan produksi rapid test hingga dua inovasi uji covid-19, yaitu GeNose milik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan RT Lamp yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dua inovasi ini disebut bakal membuat proses testing dan tracing lebih cepat, efisien, dan akurat.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id