comscore

Pro-Kontra LGBT, Ahli Genetika UNAIR Beberkan Pandangan Ilmiahnya

Citra Larasati - 19 Mei 2022 07:07 WIB
Pro-Kontra LGBT, Ahli Genetika UNAIR Beberkan Pandangan Ilmiahnya
Ahli Genetik Universitas Airlangga (UNAIR) Zakiyatul Faizah. Foto: Dok. Unair

Jakarta:  Beberapa pekan yang lalu, media sosial ramai memperbincangkan podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) Ragil Mahardika dan Fred. Namun, banyak masyarakat yang mengecam Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada anak-anak yang melihat podcast tersebut. 

Lantas, bagaimana seseorang bisa menjadi seorang LGBT? Adakah faktor lingkungan yang bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi LGBT?. 


Menjawab pertanyaan tersebut, Ahli Genetik Universitas Airlangga (UNAIR) Zakiyatul Faizah memberikan tanggapanya. Menurutnya, manusia dibedakan secara jenis kelamin menjadi dua, yaitu laki-laki dan perempuan. 

Terbentuknya Jenis Kelamin 

Laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan kromosom XX. Untuk dapat terbentuk laki-laki dan perempuan yang sempurna, perlu ada kromosom, gen, dan hormon yang normal. Dalam kondisi tertentu, muncul beberapa kelainan yang mengakibatkan tidak terbentuknya laki-laki dan perempuan yang sempurna. 

“Kelainan ini bisa terjadi pada tingkat kromosom, gen, maupun hormonal. Spektrum kelainan ini juga sangat luas. Dari yang tidak berbahaya sampai mengancam jiwa. Bisa jadi seseorang berpenampilan laki-laki, tapi memiliki kromosom wanita atau sebaliknya,” jelasnya, dilansir dari laman Unair, Kamis, 19 Mei 2022.

Kelainan Gen dan LGBT

Kelainan pada gen penentu jenis kelamin, sambung Faizah, dapat memengaruhi bentuk organ kelamin dan ciri seksual sekunder seseorang. Untuk memastikan kelainan tersebut perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium karena tidak bisa hanya dengan klaim sepihak. 

“Biasanya pada orang yang mengalami kelainan pada jenis kelaminnya diberi pilihan untuk menjadi laki-laki atau perempuan. Tentunya dengan melalui pemeriksaan dan konsultasi yang holistik. Jenis kelamin itu berbeda dengan gender dan seksualitas,” ungkapnya.  

Jenis Kelamin dan Seksualitas 

Jenis kelamin seseorang terbentuk sejak di dalam kandungan. Sementara, gender dan seksualitas dipengaruhi faktor dari luar seperti lingkungan, sosial, psikologis, dan pergaulan. 

“Bisa jadi memang ada kelainan pada kromosom, gen, maupun hormonalnya. Sehingga tidak menjadi laki-laki dan perempuan sempurna, tapi harus benar-benar dibuktikan melalui serangkaian pemeriksaan bahwa benar ada kelainan karena jenis kelamin itu berbeda dengan gender dan seksualitas,” tuturnya. 

Baca juga:  Ikut UTBK, Atlet Difabel Ini Perjuangkan Mimpi Masuk UNNES

Menurut Faizah, seksualitas sangat dipengaruhi faktor dari luar. Dalam beberapa kasus, terdapat seorang laki-laki atau perempuan normal. Tapi preferensi seksualnya tidak sebagaimana laki-laki dan perempuan normal.

“Karena seksualitas dipengaruhi oleh banyak hal, bisa jadi memang bisa berubah-ubah sesuai pengaruh yang didapatkan. Tapi secara genetik jenis kelamin itu tidak bisa berubah-ubah,” paparnya. 



(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id