Guru Besar Unpad: Aktivitas Riset Menentukan Status Geopark Ciletuh

    Citra Larasati - 25 November 2020 12:51 WIB
    Guru Besar Unpad: Aktivitas Riset Menentukan Status Geopark Ciletuh
    Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Jawa Bara. Foto: Dok. Unpad
    Jakarta:  UNESCO berencana akan meninjau ulang status Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Jawa Barat, pada 2021 mendatang. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu telah ditetapkan sebagai UGGp sejak 2018.

    Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Mega Fatimah Rosana mengatakan, peninjauan ulang bertujuan untuk menentukan apakah Geopark Ciletuh-Palabuhanratu masih layak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

    “Ini sesuai aturan. Kita dapat penetapannya lima tahun sekali, pas di tahun ke-4 kita akan divalidasi kembali,” ujar Mega, dalam keterangannya, Rabu, 25 November 2020.

    Geopark Ciletuh-Palabuhanratu telah ditetapkan sebagai UGGp sejak 2018. Menginjak tahun ke-4, yaitu 2021, UNESCO akan memvalidasi kembali statusnya untuk menilai sejauh mana progres dari pengembangan Geopark tersebut.

    Lewat validasi ini, pemerintah diminta untuk mengirimkan dokumen yang berisikan progres pengembangan kawasan Geopark dari sektor edukasi, konservasi, dan ekonomi.  Salah satu yang dinilai adalah tingkat kunjungan wisatawan selama ditetapkan sebagai UGG.

    “Selain itu, nanti juga akan dilihat apakah ada peningkatan ekonomi dan peningkatan infrastruktur,” kata Mega.

    Guru besar yang aktif melakukan penelitian di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu sejak 2005 ini mengungkapkan, dokumen progres paling lambat diterima UNESCO pada Januari 2021. Nantinya, UNESCO akan mengirimkan tim asesor untuk menilai secara langsung kondisi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

    Baca juga:  Indonesia Belum Punya Indeks Biodiversitas Nasional

    Dari proses validasi ini, lanjut Mega, akan menghasilkan tiga kemungkinan penilaian. Pertama, UNESCO akan memberikan kartu merah bila tidak ada progres kemajuan sama sekali selama ditetapkan sebagai UGG.

    “Kalau kartu merah, otomatis status UGGp-nya akan dicabut. Bila ingin mendapatkan status UGGp lagi maka harus mengajukan lagi dari nol,” jelas Mega.

    Kemungkinan kedua adalah pemberian kartu kuning. Penilaian ini diberikan UNESCO apabila Geopark Ciletuh-Palabuhanratu memiliki progres pengembangan tetapi ada beberapa yang belum optimal.

    Nantinya, UNESCO akan memberikan target selama dua tahun untuk melakukan pembenahan. Bila target tidak dicapai, otomatis Geopark Ciletuh-Palabuhanratu akan mendapat kartu merah.

    “Kalau diselesaikan kita dapat kartu hijau, status UNESCO-nya diperpanjang lagi,” terang Prof. Mega

    Peningkatan Riset

    Mega memaparkan, pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu tidak hanya dilakukan oleh satu sektor saja. Kolaborasi Pentahelix sangat dibutuhkan, termasuk peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset di kawasan taman kebumian tersebut.

    Mega menilai, keikutsertaan Unpad pada pengajuan Geopark Ciletuh ke UNESCO 2017 silam menjadi keunggulan dibandingkan pengajuan geopark lainnya di Indonesia. Ini didasarkan, kontribusi akademisi menjadi nilai tambah untuk Geopark.

    Keikutsertaan Unpad pun telah berhasil mengantarkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu memperoleh status UGG pada 2018. Karena itu, Mega menekankan agar kontribusi Unpad dalam proses validasi ini semakin ditingkatkan. Salah satu upayanya adalah memasifkan kembali aktivitas riset di kawasan Geopark Ciletuh.

    Riset tersebut, lanjutnya, berperan penting dalam menunjang status Geopark sebagai media edukasi. Beragam keanekaragaman hayati, budaya, hingga sosial masyarakat penting untuk dilakukan penelitian.

    “Edukasi itu harus berjalan setiap tahun. Dan riset itu tidak boleh berhenti, harus ada temuan-temuan terbaru. Banyak aspek yang bisa kita gali berdasarkan keilmuan yang ada di Unpad,” kata Mega.

    Terkait proses revalidasi ini, Unpad melalui FTG telah menjalin kerja sama dengan badan pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu untuk membantu proses penyusunan dokumen yang akan diajukan ke UNESCO.*

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id