Inovator IPB Segera Bergabung dengan Kedai Reka

    Citra Larasati - 02 Desember 2020 12:23 WIB
    Inovator IPB Segera Bergabung dengan Kedai Reka
    Sosialisasi/Internalisasi Kedai Reka dan Matching Fund. Foto: Dok. IPB



    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelontorkan dana sebesar Rp250 miliar sebagai insentif dana padanan (matching fund).   Skema ini akan mengajak pihak industri, kampus, pemerintah, dan lembaga mitra untuk membentuk ekosistem Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

    Anggota Tim Kerja Akselerasi Inovasi Kedai Reka, Kemendikbud, Achmad Aditya mengatakan, skema insentif matching fund ini dapat dimanfaatkan sebagai biaya riset dan pengembangan.  Selain itu mengakselerasi dan meningkatkan dampak positif sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ingin dihasilkan oleh dunia industri, dunia kerja, dan lembaga mitra, menciptakan produk atau jasa yang lebih siap untuk dan oleh industri, masyarakat.

     



    Ia menambahkan, ini juga untuk mendorong pengembangan pusat riset atau program studi baru bersama dengan industri untuk membangun konektivitas bidang ilmu dengan kebutuhan industri.

    Program matching fund perlu melibatkan lebih banyak sumberdaya mahasiswa dan kampus. "Tujuannya untuk memberikan kesempatan mahasiswa dan dosen meningkatkan pengetahuan praktis dan keahlian yang sedang berkembang di dunia industri dan dunia kerja sehingga mengakselerasi penerapan program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka,” kata Aditya dalam Sosialisasi/Internalisasi Kedai Reka dan Matching Fund, yang digelar oleh Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University,  Rabu, 2 Desember 2020.

    Baca juga:  Tips Berwirausaha Sambil Kuliah ala CEO Alumnus IPB

    Selain Aditya, acara ini juga dihadiri Setiawan dan Ade Kadarisman anggota Tim Kerja Akselerasi Inovasi Kemendikbud.  Sementara itu, Erika B Laconi selaku Kepala LKST IPB University menyampaikan bahwa Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan Kemendikbud sejalan dalam melakukan hilirisasi Inovasi.

    Ada 14 topik dari IPB University yang sudah didanai tahun ini dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk tetap bertahan lima tahun ke depan. Untuk Kemendikbud, ada Kedai Reka dengan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

    Apabila bisa dicapai oleh perguruan tinggi maka akan mendapatkan insentif, matching fund dan competitive fund. "Sejauh mana IPB University memiliki inovasi yang sudah memiliki tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 7-8. LKST adalah lembaga untuk mencarikan mitra industri untuk inovasi-inovasi para dosen IPB University. Kami optimis akan mendapatkan dana matching fund dari Kemendikbud,” ujarnya.
     
    Asisten Bidang Pengelolaan dan Komersialisasi Inovasi LKST IPB University, Roza Yusfiandayani mengatakan, bahwa para inovator IPB dapat mendaftarkan diri dan mengunggah dokumen dari inovasi berupa brosur, leaflet dan video inovasinya di platform Kedai Reka secepatnya.

    “Saat ini sudah ada 1.000 inovator dan 150 industri yang sudah bergabung di Kedai Reka. Setelah bergabung di Kedai Reka, inovator dapat membuat proposal dengan industri dan kemudian menyampaikan proposal matching fund ke Kemendikbud,” terangnya. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id