comscore

Sulap Daun Kelor Jadi Permen Jelly, MTsN 1 Pati Diganjar Medali Internasional

Citra Larasati - 13 April 2022 13:18 WIB
Sulap Daun Kelor Jadi Permen Jelly, MTsN 1 Pati Diganjar Medali Internasional
Tim riset MTsN 1 Pati yang meneliti daun kelor menjadi permen jelly. Foto: Dok. Kemenag
Jakarta:  Tim Riset Madrasah Tsanawiyah Ngeri (MTsN/SMP) 1 Pati berhasil membawa pulang medali perunggu tingkat internasional dalam ajang Global Competition for Life Sciences (GloCoLiS) 2022.  Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Tim MTsN 1 Pati ini beranggotakan lima siswa, yakni Diera Sarah Dzikriyah, Lu’lu’ Zahira Juair, Izza Raihanun Sekarlangit, Rhea Azalea, dan Lonita Nidras Fathin ini mengusung penelitian dengan judul 'Morigi' alias Moringa Oleifera and Ginger, Jelly candy that fulfills the nutritional needs of the body.  Penelitian ini memaparkan tentang pembuatan permen jelly yang terbuat dari daun kelor dan jahe yang berguna untuk memenuhi nutrisi tubuh.
Sebelumnya, ajang kompetisi riset internasional ini digelar secara daring pada Minggu, 10 April 2022 dan diikuti oleh 244 tim riset dari 12 negara.   Diera Sarah Dzikriyah, anggota tim riset menceritakan bahwa penelitian ini didasari oleh ketertarikannya dengan permen jelly.

“Awalnya karena ketertarikan kami dengan permen jelly. Permen jelly merupakan salah satu makanan ringan yang disukai oleh anak-anak,” tuturnya.

Kemudian Diera menjelaskan, jika selain karena rasanya yang manis, permen jelly juga disukai karena teksturnya yang kenyal dan bentuknya yang unik. 

Diera juga menambahkan jika permen jelly hasil risetnya ini memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung nutrisi yang sangat tinggi dari ekstrak daun kelor dan jahe. “Selain sebagai makanan ringan, permen jelly ini juga bermanfaat bagi tubuh, “tuturnya. 

Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati, mengapresiasi kinerja Tim Riset MTsN 1 Pati yang telah melakukan berbagai inovasi sehingga menghasilkan puluhan medali dalam kompetisi riset tingkat internasional. “Alhamdulillah, selamat kepada anak-anakku yang tidak pernah lelah berprestasi. Walaupun bulan ramadhan tidak menghalangi kalian untuk tetap berprestasi bahkan di tingkat internasional sekalipun,” ungkapnya. 

Baca juga: Diterima di 2 Universitas Luar Negeri, Siswa MAN 1 DIY Ini Pilih Riset Kesehatan di Inggris

Syafak juga menjelaskan jika riset semacam ini harus terus dilakukan untuk meng -upgrade potensi dan kemampuan siswa agar dapat menghasilkan karya-karya inovatif lainnya. “Untuk Tim Riset, jangan cepat berpuas diri. Harus rajin meng -upgrade diri dengan beragam inovasi agar mampu menghasilkan karya-karya inovatif lainnya. Sekali lagi selamat dan tetap tingkatkan kemampuan untuk menghadapi lomba-lomba berkualitas berikutnya,” pungkasnya.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id