Alokasi Dana Riset Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi 2021 Rp54,8 Miliar

    Antara - 23 Februari 2021 15:03 WIB
    Alokasi Dana Riset Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi 2021 Rp54,8 Miliar
    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Zoom.



    Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengalokasikan Rp54,8 miliar di tahun anggaran 2021 untuk mendanai riset pengabdian masyarakat perguruan tinggi. Harapannya, kegiatan pengabdian masyarakat bisa lebih memberikan manfaat.

    "Kita berupaya agar kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2021 ini memang memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote," kata Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam Pengumuman Pendanaan Pengabdian Masyarakat dan Tematik secara virtual, Selasa, 23 Februari 2021.




    Bambang menjelaskan, dana tersebut terdiri atas Rp35 miliar untuk total 246 judul skema multi tahun (lanjutan) dan Rp19,8 miliar untuk 472 judul skema mono tahun. Diharapkan, berbagai penelitian tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

    Ada sepuluh perguruan tinggi penerima pendanaan pengabdian kepada masyarakat terbanyak. Kesepuluh kampus itu yakni Universitas Bosowa Rp1.580.800.000, Universitas Udayana Rp1.388.300.000, Universitas Tadulako Rp1.003.000.000, Universitas Muhammadiyah Malang Rp977.900.00, Universitas Halu Oleo Rp977.000.000, dan Universitas Surabaya Rp.912.500.000. 

    Kemudian, Universitas Pendidikan Ganesha Rp891.900.000, Politeknik Pertanian Negeri Pangkanjene Kepulauan Rp890.000.000, Universitas Mahasaraswati Denpasar Rp880.000.000, dan Universitas Negeri Semarang Rp861.200.000.

    "Tentunya dengan semakin banyak perguruan tinggi yang terlibat maka kita harapkan kualitas dari program pengabdian masyarakat ini akan semakin baik karena kita harapkan semakin banyak perguruan tinggi semakin jeli dan semakin detail pula mereka bisa melihat kebutuhan di daerahnya masing-masing," tuturnya.

    Baca: Menristek Ajak Vaksin Nusantara Masuk Konsorsium

    Kebijakan riset 2021 dan seterusnya, kata Bambang, fokus pada upaya untuk membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi, yaitu hilirisasi dengan mendorong teknologi tepat guna, penciptaan nilai tambah terutama dari produk sumber daya alam. Selain itu, terkait upaya berperan aktif dalam penanggulangan dampak pandemi covid-19.

    Pelaksana tugas Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Ismunandar mengatakan pengabdian diarahkan kepada sembilan bidang fokus, yaitu multi disiplin dan lintas sektor, pertahanan dan keamanan, serta transportasi masing-masing 0,4 persen sebanyak tiga judul.

    kemudian, rekayasa keteknikan 2,2 persen sebanyak 16 judul, kemaritiman 3,2 persen sebanyak 23 judul, energi 5 persen sebanyak 36 judul, kesehatan dan obat 8,9 persen sebanyak 64 judul, sosial humaniora, pendidikan seni dan budaya 37,3 persen sebanyak 268 judul, serta pangan dan pertanian 42,1 persen sebanyak 302 judul.

    "Apresiasi tinggi kepada perempuan karena persentase peranan perempuan dan laki laki sudah mulai berimbang yaitu 338 judul untuk perempuan dan 380 untuk laki laki," ujar Ismunandar.

    Pendanaan riset pengabdian untuk masyarakat adalah upaya Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan angka partisipasi dosen atau peneliti dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, meningkatkan kapasitas pengelolaan pendanaan penelitian untuk pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, dan mendorong perguruan tinggi dalam menopang daya saing bangsa dalam segala aspek.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id