Dosis Vaksin Merah Putih untuk Anak Bakal Disesuaikan

    Ilham Pratama Putra - 20 Oktober 2020 21:10 WIB
    Dosis Vaksin Merah Putih untuk Anak Bakal Disesuaikan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pembuatan vaksin virus korona (covid-19) difokuskan untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun. Namun, bukan berarti vaksin yang nantinya tersedia tak bisa diberikan untuk anak-anak atau kelompok umur yang lebih tua.

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, anak-anak dan orang lanjut usia, serta mereka yang memiliki penyakit bawaan (komorbid), akan disesuaikan dosisnya terlebih dahulu. Hal itu tergantung dengan hasil uji klinis.

    "Anak-anak, lansia dan komorbid nanti akan bergantung pada hasil uji klinis, vaksinnya sama (vaksin Merah Putih), tapi nanti diperhatikan dosisnya atau ada treatment khusus untuk mereka," kata dalam konferensi virtual 'Pengembangan Vaksin, Terapi dan Inovasi Covid-19' Selasa 20 Oktober 2020.

    Bambang mengatakan uji klinis bakal menunjukkan kelebihan dan kekurangan vaksin. Hasil uji klinis juga guna mengetahu dosis yang sesuai untuk anak-anak, lansia dan orang dengan komorbid.

    Bambang mengatakan orang dengan usia 18 sampai 59 tahun memang menjadi prioritas pemberian vaksin. Kelompok yang mendapat prioritas adalah para tenaga medis.

    Baca: Vaksin Merah Putih Paling Cepat Siap di Triwulan Ketiga 2021

    Vaksin yang diberikan pada kelompok prioritas, pada tahap awal ini berasal dari perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac. Vaksin dari luar negeri itu diperlukan untuk kebutuhan mendesak dan jangka pendek.

    "Pemerintah menjalankan dua track pararel dengan luar negeri, khususnya untuk jangka pendek, kerja sama dengan luar negeri, tutup Bambang.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menyebut pemerintah akan mengupayakan penelitian, agar vaksin covid-19 menjangkau semua usia. Yuri meminta masyarakat tak khawatir.

    "Ini yang harus kita pahami bersama bukan berarti kita tinggalkan," kata Yuri dalam diskusi virtual, Senin, 19 Oktober 2020.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id