Kedaireka 'Buka 24 Jam' untuk Inventor dan Investor

    Citra Larasati - 04 Februari 2021 21:00 WIB
    Kedaireka 'Buka 24 Jam' untuk Inventor dan Investor
    Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam. Foto: Zoom



    Jakarta:  Pemerintah telah menyiapkan dana hibah untuk memfasilitasi program kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri.  Yakni program untuk menciptakan akselerasi ekosistem reka cipta melalui platform Kedaireka. 

    Paristiyanti mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Kedaireka sebagai rumah bersama atau rumah kolaborasi yang bisa mempertemukan antara inventor dengan investor.   






    “Platform Kedaireka akan terbuka selama 24 jam bagi para inventor dan investor untuk dapat berdialog, menghasilkan karya yang dapat berguna bagi kemajuan negara,” ujar Paris, Webinar Kedaireka Outlook 2021, Kamis, 4 Februari 2021.

    Selain itu, Paris juga mengajak praktisi industri untuk bergabung menjadi dosen praktisi dan dosen luar biasa di Kemendikbud. Tawaran ini berlaku di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

    Ia bahkan mengundang para dosen untuk melakukan diseminasi hasil kerja melalui Kedaireka.  “Dosen juga diharapkan ikut melakukan transformasi proses pembelajaran, mulai dari persiapan kurikulum sampai dengan menempatkan mahasiswa magang, kredit transfer baik di dalam atau pun di luar negeri,” kata Paris.

    Paris menambahkan, dalam Kampus Merdeka, perguruan tinggi akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA). Sehingga dapat dilakukan negosiasi dalam rangka meningkatkan relevansi antara kurikulum di perguruan tinggi dan hubungan dengan dunia kerja. 

    “Perguruan Tinggi diharapkan menjadi think tank agar dapat terjadi relevansi antara perguruan tinggi dan industri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di industri, dunia usaha, dan dunia kerja,” harap Paris.

    Baca juga:  7.500 Inventor Telah Terdaftar di Kedaireka

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengatakan bahwa kita perlu bergandengan tangan dengan industri, berkolaborasi, dan kerja sama. Sehingga terjadi link and match, dan pentahelix antara DUDI dan perguruan tinggi.

    Maka dalam hal ini Kemendikbud menghadirkan Kedaireka sebagai match meeting point yang memberikan akses bagi perguruan tinggi dan DUDI, tanpa terkecuali perusahaan kecil yang juga dapat menyampaikan permasalahan dan melakukan kerja sama. 

    “Kolaborasi antara DUDI dan perguruan tinggi menjadi penting, karena ekonomi yang terus berinovasi. Kita tidak bisa terus mengandalkan impor, baik itu kebutuhan pangan, kesehatan, manufaktur dan beragam kebutuhan lainnya,” ujar Nizam.

    Sementara itu, Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti, Ridwan meyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif berupa pendanaan dalam bentuk matching fund sejumlah Rp250 miliar bagi perguruan tinggi dan DUDI yang berhasil bekerja sama melalui Kedaireka.

    Kedaireka dan matching fund dapat menjembatani reka cipta yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh IDUKA.   Dana matching fund akan mengurangi risiko kerugian di tahap research and development. 

    Selain itu juga dapat mendukung produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik berkat dukungan dana yang cukup.  "Di antaranya untuk melakukan riset, melibatkan lebih banyak insan dikti berkolaborasi, serta mendorong terjadinya dialog dan menyusun proposal bersama yang selanjutnya di-submit ke kementerian untuk mendapatkan pendanaan,” tutur Ridwan. 


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id