comscore

Mengupas Sejarah Penemuan Listrik Beserta Tokoh-tokohnya

Arga sumantri - 13 Desember 2021 18:42 WIB
Mengupas Sejarah Penemuan Listrik Beserta Tokoh-tokohnya
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Listrik yang digunakan sekarang ternyata berasal dari sebuah fenomena sepele. Diawali oleh Thales, seorang pemikir asal Yunani yang hidup pada tahun 640-546 Sebelum Masehi. 

Melansir ruangguru.com, Thales diketahui mulai mengamati gosokan batu ambar dan bulu kucing yang ternyata dapat menarik rumput kering. Walau Thales masih terheran pada saat itu, tetapi catatannya menandakan bahwa manusia kuno mulai mengamati fenomena listrik statis.
Fenomena listrik statis dari Thales menjadi tenar pada awal 1700-an. Orang-orang pada saat itu menggunakan listrik statis sebagai hiburan, dalam istilah saat ini nge-prank. Orang-orang mulai menggosokkan batang kaca pada kain wol dan menyentuh siapapun agar terkejut. Bahkan Louis XV pernah menyuruh 180 pasukannya untuk bergandengan tangan agar bisa di-prank setrum olehnya.

Ada sebuah misteri heboh juga soal sejarah kelistrikan dari kota Baghdad. Ditemukan artefak berusia 2000 tahun berupa vas yang berisikan struktur komposisi menyerupai baterai basah di Baghdad. Vas itu dipercaya digunakan sebagai alat kesehatan terapi listrik. Tetapi, akibat kurang kuatnya bukti, fenomena tersebut dianggap sebagai sebuah kebetulan biasa.

Fenomena kelistrikan kemudian diteliti oleh ilmuwan asal Inggris, William Gilbert. Pada 1600, William yang pertama meneliti adanya gaya tarik listrik dan medan listrik. Charles F. C. DuFay, seorang ahli kimia asal Prancis pada Tahun 1733 juga meneliti bahwa ada dua buah muatan dalam listrik, yaitu positif dan negatif.

Hal kelistrikan kemudian diteliti oleh pemikir sekaligus peneliti listrik terkenal asal Amerika Serikat, Benjamin Franklin. Pada 1751, Franklin berhasil mempublikasikan buku soal kelistrikan berjudul 'Experiments and Observation of Electricity'. Buku ini berisi tentang pengamatannya pada fenomena kelistrikan lewat listrik statis yang sedang booming pada saat itu.

Baca: Pascaerupsi Gunung Api Nusantara Banyak Dilirik Ahli di Eropa

Dalam bukunya, Franklin sudah menyebutkan beberapa istilah kelistrikan, seperti adanya dua kutub pada aliran listrik, yaitu negatif dan positif. Franklin beranggapan bahwa petir pun termasuk fenomena kelistrikan. Belum cukup puas, dirinya melakukan eksperimen langsung dengan menggunakan sebuah layangan.

Kalau kalian sering melihat gambar Franklin tersambar petir saat menerbangkan layangan, itu salah ya! Franklin menerbangkan layangan yang dipasang pada sebuah ujung besi lancip saat terjadi hujan badai. Dirinya ingin membuktikan bahwa hujan dapat menyebabkan listrik statis secara besar-besaran.

Kemudian, di bagian bawah pada benang layangan, sekitar setengah meter dari genggaman, Franklin menggantungkan kunci logam. Sedangkan, pada genggaman, Franklin menggunakan sambungan benang sutra agar setrum tidak langsung mengenai tangannya. 

Tanpa ada petir, Franklin di tempat teduh berusaha memegang kunci itu secara perlahan, dan voila! Ada sengatan listrik skala kecil yang menyengatnya.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id