Bio Farma: Sinovac Tiongkok Jangka Pendek, Vaksin Merah Putih Jangka Panjang

    Ilham Pratama Putra - 30 Juli 2020 11:25 WIB
    Bio Farma: Sinovac Tiongkok Jangka Pendek, Vaksin Merah Putih Jangka Panjang
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Masuknya calon vaksin covid-19 yang akan diuji klinis di Indonesia merupakan bagian dari langkah jangka pendek dalam mengatasi pandemi virus korona. Vaksin yang salah satunya datang dari Tiongkok ini disebut untuk mengisi kekosongan, sembari menunggu hasil pengembangan vaksin dalam negeri.

    Kepala Divisi Surveilans dan Uji Klinis Bio Farma, Novilia Sjafri Bachtiar menjelaskan, vaksin yang dikembangkan bersama Sinovac akan menjadi upaya jangka pendek untuk mengatasi wabah covid-19.  Sembari menanti pengembangan vaksin Merah Putih yang saat ini tengah dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

    “Kita tidak bisa menunggu lama, sehingga kita mencoba alternatif lain untuk mengisi kekosongan. Jadi, ada dua alternatif. Pertama yang bekerja sama dengan Sinovac ini yang sudah di fase tiga. Mudah-mudahan lancar dan berhasil, sehingga rakyat kita punya akses cepat untuk vaksin. Jadi, Sinovac short term kemudian Merah Putih yang long term,” ungkap Novilia, dalam diskusi daring, Rabu, 29 Juli 2020.

    Indonesia terus berupaya menemukan vaksin covid-19.  Sejumlah perusahaan bidang kesehatan dalam negeri bahkan bekerja sama dengan perusahaan di luar negeri agar segera menemukan vaksin.

    Baca juga:  Produksi Vaksin Covid-19 di Indonesia Dipastikan Melibatkan MUI

    Salah satunya adalah Bio Farma yang bahkan telah menjalin kerja sama dalam mengembangkan vaksin Merah Putih melalui LBM Eijkman dengan perusahaan Sinovac, Tiongkok.

    Novilia mengakui, banyak pihak yang meragukan dan bertanya-tanya terkait pilihan Bio Farma dalam bekerja sama dengan Sinovac untuk mengembangkan vaksin covid-19. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian menduga Indonesia hanya dijadikan tempat kelinci percobaan dari produk vaksin tersebut.

    “Banyak sekali pertanyaan yang sepertinya penuh dengan kecurigaan. Kenapa sih uji klinis di Indonesia? Kenapa kita menjadi kelinci percobaan? Padahal ini mempercepat akses kita terhadap vaksin tersebut. Jadi, kita yakin vaksin ini apakah benar-benar aman dan imunogenik jika diberikan kepada orang Indonesia,” kata Novilia.

    Tak hanya Bio Farma, perusahaan dalam negeri lainnya juga ikut dalam pencarian vaksin ini. Di antaranya Kalbe Farma yang menjalin kerja sama dengan Genexin dari Korea dan BCHT dengan Sinopharm dari Tiongkok.

    Pihaknya sendiri mengaku ada beberapa alasan yang menyebabkan Bio Farma bersedia bekerja sama dengan Sinovac dalam mengembangkan vaksin covid-19. Antara lain Sinovac telah memiliki pengalaman saat terjadi wabah SARS dan H1N1.

    "Mereka telah menghasilkan produk inactivated, salah satu produknya sudah WHO Prequalification. Sinovac bersedia melakukan transfer teknologi dengan Bio Farma. Dan kedua belah pihak sudah pernah menjalin kerja sama sebelumnya," lanjutnya.
     

    Punya kemampuan

    Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyebut Bio Farma telah memiliki kemampuan yang baik dalam pengembangan vaksin. Bio Farma dipercaya memilki kapasitas peningkatan kapasitas produksi vaksin mencapai 250 juta dosis per tahun.

    "Tadinya 100 juta (dosis) per tahun bisa menjadi 250 juta. Di gedung ini tambahan 150 juta, yang 100 juta ada di gedung lain," kata Bambang di Laboratorium Bio Farma, Bandung, Rabu, 29 Juli 2020.

    Ia menyampaikan peningkatan kapasitas ini untuk memenuhi kebutuhan vaksin covid-19 seluruh warga Indonesia. Kapasitas produksi vaksin memang harus ditingkatkan, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa.

    "Perkiraan kami untuk penduduk 260 juta hampir pasti kita harus memproduksi 300 juta dosis atau lebih," ungkap Bambang.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id