Survei: Mayoritas Mahasiswa Tak Setuju Pilkada Digelar Saat Pandemi

    Antara - 21 Oktober 2020 20:39 WIB
    Survei: Mayoritas Mahasiswa Tak Setuju Pilkada Digelar Saat Pandemi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Mahasiswa kelas Komunikasi Politik Peminatan Jurnalistik dan Media Massa Universitas Bakrie melakukan survei terkait Pilkada kepada mahasiswa. Hasilnya, 74,6 persen mahasiswa tidak setuju Pilkada diselenggarakan saat pandemi virus korona (covid-19). 

    "Hanya 25,4 persen yang setuju (Pilkada) tetap dilaksanakan," kata Dosen Komunikasi Politik Peminatan Jurnalistik dan Media Massa Universitas Bakrie, Algoth Putranto, melansir Antara, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Responden yang tak setuju menilai Pilkada akan memperbesar kasus covid-19. Kesehatan masyarakat lebih penting dari pelaksanaan Pilkada. Selain itu, kekhawatiran tentang kekosongan pemimpin pemerintahan daerah, dianggap bisa disiasati dengan menunjuk pejabat sementara.

    Sementara, mereka yang setuju Pilkada serentak tetap dilakukan saat pandemi yakni lantaran memberikan kepastian adanya pemimpin daerah. Alasan lainnya, menjaga hak konstitusi pemilih, merupakan keputusan pemerintah, dan penundaan Pilkada akan menyebabkan hilangnya anggaran Pilkada.

    Menariknya, meski suara tidak setuju dengan penyelenggaraan Pilkada saat pandemi cukup tinggi, namun sebanyak 47,5 persen responden menyatakan mau memberikan hak suara mereka. Ada 42,7 persen yang menyatakan tidak akan memberikan suara. Sementara, mereka yang tidak memilih dua opsi itu sebanyak 9,9 persen.

    Baca: Peneliti Unej: Melinjo Potensial Jadi Suplemen Penangkal Covid-19

    Sebanyak 99 persen mahasiswa yang menyatakan akan memberikan suara dalam Pilkada 2020 beralasan hal tersebut merupakan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Sementara, mereka yang tidak akan memberikan hak suaranya, sebagian besar beralasan karena takut tertular covid-19.

    Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 86,6 persen mahasiswa yang merupakan generasi Z mengetahui pelaksanaan Pilkada saat pandemi. Hanya 8,5 persen yang tidak mengetahui jika Pilkada akan tetap dilaksanakan, dan sebanyak 4,9 persen tidak peduli dengan adanya pelaksanaan Pilkada 2020.

    Survei dilakukan sejak 29 September hingga 9 Oktober 2020. Survei melibatkan 224 mahasiswa dari 54 kampus di 22 daerah yang mengadakan Pilkada, mulai dari Medan hingga Manokwari.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id