comscore

Pakar Unair Jelaskan Gejala dan Penyembuhan Ramsay Hunt Syndrome yang Diderita Justin Bieber

Citra Larasati - 14 Juni 2022 10:10 WIB
Pakar Unair Jelaskan Gejala dan Penyembuhan Ramsay Hunt Syndrome yang Diderita Justin Bieber
Justin Bieber. Foto: Instagram @justinbieber
Jakarta:  Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kabar yang datang dari pesohor dunia, Justin Bieber. Pasalnya, penyanyi asal kanada tersebut mengumumkan bahwa dirinya terkena Ramsay Hunt Syndrome.

Hal itu dikabarkan melalui unggahan video berdurasi dua menit di akun Instagram pribadinya pada Jumat. 10 Juni 2022. Dalam unggahannya, Justin mengatakan bahwa syndrome tersebut menyerang saraf di telinga dan wajahnya.
Selain itu, ia juga menunjukkan keadaan sisi kanan wajahnya yang tidak dapat digerakan.  Melihat hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Martha Kurnia Kusumawardani dr SpKFR(K), ikut memberikan pendapat.

Menurutnya, Ramsay Hunt Syndrome merupakan suatu kumpulan gejala yang disebabkan adanya gangguan pada saraf fasialis yang letaknya dekat telinga dan biasanya muncul pada orang yang pernah cacar air atau terkena infeksi herpes.  “Gejala utamanya adalah wajah menceng, mata dan mulut tidak bisa menutup rapat,” ungkap, Martha dilansir dari laman Unair, Selasa, 14 Juni 2022.

Gejala Ramsay Hunt Syndrome

Perihal wajah menceng tersebut, Martha mengatakan bahwa gejala itu terkadang dirasakan secara mendadak. Biasanya, sambung Martha, mereka baru menyadari ketika sedang minum dan tiba-tiba sudut bibirnya tidak mampu tertutup rapat, sehingga air minumnya akan mengalir keluar dari sudut mulut.

“Selain itu, pasien juga bisa merasakan gejala-gejala seperti telinga berdenging, hilangnya rasa pengecapan di lidah, mata nrocoh, juga bisa nyeri telinga,” tambah Staf Medis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK Unair tersebut.

Penyembuhan Ramsay Hunt Syndrome

Mengenai proses penyembuhan, dokter yang juga Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair itu mengatakan, Ramsay Hunt Syndrome tetap bisa diobati dan gejalanya membaik. Biasanya, penderita akan mendapatkan obat antiinflamasi dan vitamin.

Selain itu, juga dianjurkan untuk melakukan terapi kepada dokter rehabilitasi medik. Terapi yang diberikan bisa berupa pemberian modalitas dan terapi latihan wajah.

“Yang dimaksud pemberian modalitas adalah tindakan terapi fisik yang menggunakan alat-alat berupa electrical stimulation maupun deep heating. Tujuan pemberian alat-alat tersebut, selain untuk mengurangi nyeri dan inflamasi yang terjadi, juga membantu meningkatkan kekuatan otot wajah,” pungkas Martha.

Baca juga: Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih Tunggu Izin BPOM

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id