Menristek: Riset Terapi Alternatif Penyembuhan Covid-19 Diperlukan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 18 Mei 2020 21:07 WIB
    Menristek: Riset Terapi Alternatif Penyembuhan Covid-19 Diperlukan
    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Tangkapan layar
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Inovasi (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menyampaikan peneliti bisa melakukan riset penyembuhan virus korona (covid-19) selama vaksin maupun obat resmi dari virus ini belum ditemukan. Salah satunya, meneliti metode terapi.

    Bambang mengatakan, saat ini sudah ada terapi plasma darah dari orang yang sembuh setelah terinfeksi covid-19. Tetapi, kata dia, itu belum cukup dan perlu ada opsi lain seperti terapi stem cell atau sel punca.

    "Kita juga bisa mengembangkan terapi lain, stem cell baik paru paru maupun organ lain," kata Bambang dalam diskusi daring, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurut Bambang, riset lain yang bisa dilakukan adalah terkait serum anti covid-19 dan juga suplemen daya tahan tubuh. "Saya kira proposal akan sangat berharga memberikan peluang alternatif penyembuhan selama vaksin atau obat resmi belum ditemukan," ujarnya.

    Bambang menambahkan riset suplemen bisa memanfaatkan kekayaan biodiversitas atau keanekaragaman hayati Indonesia. Harapannya, hasil riset yang dilakukan tidak hanya sekedar klaim ampuh.

    Baca: 134 Proposal Riset Dapat Pendanaan Program Konsorsium Covid-19

    Bambang berharap riset mengikuti prosedur yang lengkap, mulai dari studi bioinformatika, sistematik review. Kemudian, pengujian terhadap hewan, dan pada manusia secara klinis. Ujungnya, bisa disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

    "Artinya bahan material aman, kemudian kombinasi suplemennya cocok untuk covid-19, meningkatkan daya tahan tubuh iya," jelasnya.

    Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Covid-19 mendanai 134 proposal riset terkait covid-19 untuk tahap pertama. Konsorsium saat ini kembali membuka pengajuan proposal riset yang belum ada di tahap pertama.

    "Riset covid-19 ada kesempatan lagi, fokus berkualitas melhat yang belum ada. Kita tidak bicara banyak-banyakan, lebih kearah kebtuhan kualitas inovasi," kata Ketua Konsorsium Covid-19 Ali Ghufron.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id