Unair Temukan Calon Obat Korona, Lebih Ampuh dari Avigan

    Ilham Pratama Putra - 06 April 2020 11:11 WIB
    Unair Temukan Calon Obat Korona, Lebih Ampuh dari Avigan
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Universitas Airlangga (Unair) menemukan lima senyawa yang akan diteliti lebih lanjut untuk dikembangkan sebagai obat antivirus korona atau coronavirus disease (covid-19).  Lima senyawa ini diklaim lebih kuat daripada Avigan dan Chloroquine yang telah beredar.

    "Ini lebih stabil ikatannya. Kalau dibuat bentuk permukaan, ini seperti kunci dan anak kunci, Avigan juga untuk virus, tapi kurang masuk ke katalitik yang lebih sempurna," kata ketua pusat riset rekayasa molokeul hayati Unair, Ni Nyoman Tri Puspaningsih dalam Primetime News Metro TV, Jumat 3 April 2020.

    Lima senyawa itu di antaranya Favipirafir, Chloroquine, Hesperitin, Nafamostat, dan Hesperidin. Model lima senyawa ini menurutnya menjadi bahan terkuat dan dapat digunakan sebagai bahan obat korona.

    Wakil Rektor Unair ini juga mengatakan, ketika akan diracik sebagai obat, lima senyawa ini masih perlu melalui beberapa tahap lagi. Pihaknya harus berkolaborasi dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kemenristek/BRIN.

    "Jadi kami akan berkolaborasi dengan konsorsium terkait obat-obatan, farmakologi, farmasi, kedokteran dan harus diuji lagi," ujar dia.

    Baca juga:  Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

    Nyoman menyebut, lima senyawa ini tak semuanya baru. Beberapa sudah menjadi koleksi Unair saat bekerja sama dengan Shanghai Teknologi University.

    "Bahkan untuk jurnal senyawa sudah ada yang terbit. Terdapat 132 senyawa dan lima ini yang positif baik," jelas Nyoman.

    Nyoman mengaku sejak bulan Februari pihaknya terus mengembangkan penelitiannya. Tak hanya untuk obat, Unair juga mengembangkan Alat Pelindung Diri (APD) dan disinfektan disaat yang bersamaan.

    Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi NasionalKemenristek (Kemenristek/BRIN) telah membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.  Konsorsium ini bertujuan untuk membantu tim Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19.
     
    “Seluruh tim peneliti Kemenristek/BRIN sedang bekerja keras untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespons secara cepat penyakit covid-19,” jelas Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers secara daring, di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
     
    Di antaranya dengan menemukan alat deteksi atau diagnosa, suplemen, obat, hingga vaksin untuk pasien covid-19. "Ada juga target jangka pendek, menengah, dan panjang yang harus dicapai," imbuh Bambang.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id