comscore

Kantongi Izin Edar, Kualitas RT Lamp Disebut Setara Tes PCR

Ilham Pratama Putra - 17 Januari 2022 16:05 WIB
Kantongi Izin Edar, Kualitas RT Lamp Disebut Setara Tes PCR
Peneliti Kimia BRIN Tjandrawato Mosef. Foto: Tangkapan layar. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi alat deteksi covid-19 dengan nama Reverse Transcription-Loop Mediated Isothermal Amplification (RT Lamp). Kemampuan deteksi alat ini disebut setara dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

RT Lamp sudah dapat izin edar reguler. Ia berharap adanya izin edar ini membuat Indonesia punya alternatif baru dalam mendeteksi covid-19
"Dan beberapa negara yang menggunakan metode ini sudah mengakui ini adalah salah satu metode yang setara RT PCR," ujar Peneliti Kimia BRIN, Tjandrawati Mozef dalam konferensi pers secara daring, Senin, 17 Januari 2022.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/3602/2021, RT Lamp termasuk dalam kategori tes molekuler Nucleic Acid Amplification test (NAAT) bersama dengan Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM), dengan akurasi yang sangat baik. RT Lamp memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Kemenkes RI AKD 2030322XXXX.

Baca: RT Lamp BRIN Dapat Izin Edar Kemenkes, Alternatif Deteksi Covid-19

Izin edar produk dengan merek dagang Qi-LAMP-O ini berlaku sampai dengan Januari 2027. Adapun Perbedaan RT Lamp dengan PCR adalah dalam proses amplifikasi gen target.

"Dengan swab (PCR) itu basisnya imunologi antibodi. Kalau RT Lamp berbasis molekuler. Jadi dia sudah akurat karena dia menditeksi secara molekuler," lanjutnya.

Selain itu, RT Lamp juga unggul dari sisi alat yang digunakan. Alatnya tak lebih mahal dari PCR.

"Keunggulan RT Lamp dibandingkan dengan RT PCR ini selain tidak memerlukan alat deteksi PCR yang mahal, harga kit-nya pun lebih murah. Alat PCR yang ada di Indonesia sangat terbatas dan hanya terdapat di laboratorium besar. Selain itu, reagen yang digunakan untuk uji PCR merupakan impor," jelasnya.

Produk inovasi RT Lamp ini menggunakan sampel ekstrak RNA hasil swab hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik. Sehingga, hasil deteksi RT-Lamp bisa diketahui lebih cepat daripada PCR.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id