Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Zifivax Ditargetkan Selesai Juni 2021

    Arga sumantri - 06 Juni 2021 19:27 WIB
    Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Zifivax Ditargetkan Selesai Juni 2021
    Kunjungan Kepala BPOM saat uji klinis vaksin Zifivax di Bandung. Foto: Dok Istimewa



    Jakarta: Uji coba klinis vaksin Zifivax telah memasuki tahab ketiga. Pemberian vaksin dosis ketiga di beberapa rumah sakit penelitian telah dilakukan pada Jumat, 4 Juni 2021.

    Juru Bicara Uji Klinis Vaksin Zifivax dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Muhammad Faisal mengatakan sejak rekrutmen perdana pada 26 Februari 2021 hingga 8 April 2021 pihaknya telah merekrut 2.000 relawan uji klinis. Jumlah tersebut  sesuai dengan target awal uji klinis ini. 

     



    “Saat ini kami sedang dalam fase kunjungan (visit) pemberian dosis ketiga. Terhitung per 5 Juni 2021 sebanyak 1.420 relawan sudah mendapatkan dosis ketiga," ujar Faisal melaluo keterangan tertulis, Minggu, 6 Juni 2021.

    Faisal mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi efektivitas perlindungan dan keamanan Vaksin dalam mencegah covid-19 pada relawan berusia 18 tahun ke atas. 

    Sebanyak 200 dari 2000 relawan tersebut akan dievaluasi respons imunitas tubuh (imunogenisitas) terhadap  virus dari Vaksin tersebut ketika divaksinasi  pada orang berusia 18 tahun ke atas.

    Baca: Unpad Terima Hibah Lab BSL-3 Penguji Sampel Covid-19

    Dia mengatakan bahwa uji klinis tahap tiga ini dilakukan di lima negara termasuk Indonesia. Uji klinis tahap 1 dan 2 telah dilakukan di Negara produsen yaitu di China.

    Uji klinis di Indonesia dilakukan di Jakarta dan Bandung dengan masing-masing target 2.000. Saat ini uji klinis di Bandung telah memasuki tahap pemberian dosis ketiga (dosis terakhir). 

    "Target proses kunjungan untuk pemberian dosis ketiga memang ditargetkan selesai bulan Juni ini," ujarnya.

    Dokter Faisal menjelaskan apabila sudah selesai pemberian dosis ketiga, maka relawan akan diobservasi terkait kesehatannya selama 12 bulan ke depan melalui kontak telepon oleh tim survailens. Relawan juga diminta kesediaannya untuk memberikan informasi mengenai kesehatannya setiap seminggu sekali dengan cara mengisi google form.

    Sejauh ini, dikatakannya, tim tidak menemui kendala berarti dalam proses pengujian tersebut. Hanya saja, kendala yang dihadapi oleh tim di lapangan yaitu menyesuaikan jadwal kunjungan dengan para relawan yang telah dijadwalkan untuk pemberian vaksin. Pasalnya, kegiatan dan pekerjaan relawan berbeda-beda dan jadwal kunjungan memang dilakukan di hari dan jam kerja.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id