Tiga Produk Ini Jadi 'Super' Prioritas Riset Nasional 2021

    Arga sumantri - 28 Januari 2021 14:33 WIB
    Tiga Produk Ini Jadi 'Super' Prioritas Riset Nasional 2021
    Menristek Bambang Brodjonegoro dalam Rakornas Riset dan Inovasi 2021 di Puspiptek Serpong, Tangsel. Foto: Medcom/Arga Sumantri


    Tangerang Selatan: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan total 49 produk yang menjadi target Prioritas Riset Nasional (PRN) 2021. Namun, setidaknya ada tiga produk yang masuk kategori super prioritas.

    Salah satunya, Katalis Merah Putih. Katalis ini bisa mengubah minyak inti sawit menjadi bahan bakar nabati. Targetnya, bahan bakar nabati ini akan menggantikan bahan bakar bakar fosil.


    "Tidak hanya lebih bersih, tapi juga dengan kualitas yang lebih tinggi," kata Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Inovasi 2021 di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 28 Januari 2021. 

    Saat ini, perkembangan Katalis Merah Putih sudah sampai tahap purwarupa dan menjalani pengujian di kilang minyak mini Pertamina. Kemenristek juga sedang mengembangkan pabrik Katalis, agar proses pengilangan lebih besar. Sekaligus, mendekatkan pabrik pengolahan minyak inti sawit dengan perkebunan.

    Baca: Ini Lima Lembaga yang Mengembangkan Ventilator ICU

    Diharapkan, petani sawit berskala besar maupun sedang dan kecil bisa berpartisipasi. Bahan bakar nabati yang dihasilkan nantinya, khususnya solar, akan dikembangkan menjadi subtitusi dari bensin dan avtur.

    Produk super prioritas lainnya yaitu garam industri, yang sudah dibangun prototipe pertama di Kota Gresik. Garam industri terintegrasi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperbaiki kadar NaCl garam rakyat. 

    "Yang tadinya di bawah 90 persen menjadi kadar garam industri di atas 97 persen," ujarnya.

    Menurut Bambang, hal ini akan memberikan pendapatan yang lebih baik untuk petani. Selain itu, ada kepastian serapan dari industri yang menggunakan garam itu sendiri.

    Terakhir yakni Pesawat Nirawak Elang Hitam. Rencananya, drone Elang Hitam ini terbang perdana akhir 2020. Namun, diundur hingga Agustus. 

    "Jadi mudah-mudahan Agustus 2021 akan menjadi awal dari kemampuan kita mengembangkan teknologi drone untuk kemampuan militer atau drone kombatan," jelasnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id