Dua Tim Mahasiswa FST UIN Jakarta Masuk Top 15 Program Bangkit

    Arga sumantri - 22 Juli 2021 11:05 WIB
    Dua Tim Mahasiswa FST UIN Jakarta Masuk Top 15 Program Bangkit
    Pengumuman Program Bangkit Kemendikbudristek. Foto: Dok Humas UIN Jakarta.



    Jakarta: Dua tim mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta masuk Top 15 Final Capstone Project, Program Bangkit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Masing-masing tim dapat insetif USD5.000 atau setara Rp70 juta dengan peluang tambahan dana hibah USD10.000.

    "Selamat. Semoga program semacam ini bisa berlanjut, sangat bermanfaat, menginspirasi sekaligus aplikatif untuk masyarakat," kata Dekan FST UIN Jakarta Nashrul Hakiem mengutip siaran pers UIN Jakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Tim pertama beranggotakan dua mahasiswa Prodi Teknik Informatik FST UIN Jakarta Bayu Aji Setyawan dan Faishal Rayyan, dan membuat aplikasi Baca. Aplikasi bertema ‘Education and Research’ ini dibuat sebagai platform pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi di Indonesia.

    Aplikasi yang dikembangkan Bayu dan Faishal serta satu anggota mahasiswa dari perguruan tinggi lain itu, dirancang dalam bentuk gim dengan teknologi Deep Learning. Tujuannya, agar pengguna mendapatkan pengalaman menyenangkan selama menggunakan aplikasi.

    Tim kedua, beranggotakan Muhamad Dio Damiyati dari Prodi Teknik Informatika, Vahiya Prananta dari Prodi Sistem Informasi, dan dua mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Tim ini membuat aplikasi dengan tema Economic Resilience bernama Kaki Keenam.

    Baca: Mahasiswa Unair 'Sulap' Limbah Udang Jadi Chitomask si Masker Antivirus

    Aplikasi Kaki Keenam dibuat sebagai platform digital untuk mempertemukan pedagang keliling dengan pembelinya. Melalui sistem peta dan notifikasi pembeli makanan keliling bisa melacak pedagangnya. Ide proyek ini muncul ketika anggota tim menyadari bahwa mereka tidak tahu lagi kabar pedagang kantin kampus yang hilang kabarnya setelah pandemi.

    Program Bangkit 2021 dimulai sejak 15 Februari 2021 dengan aktivitas sekitar 700 jam kegiatan. Program ini diikuti sekitar 3.000 mahasiswa dari 28.000 mahasiswa yang mendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Penyelenggaraan progam sendiri dikolaborasikan dengan sejumlah perusahaan digital ternama.

    Selama 700 jam kegiatan, program menawarkan empat bagian pembelajaran. Keempatnya yaitu Machine Learning, Android Mobile Development, Artificial Intelligence, dan Cloud Computing. Di akhir kegiatan, para peserta membuat tugas akhir atau Final Capstone Project. Sebagai bagian dari kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), pembelajaran ini bisa dikonversi menjadi maksimum 20 Satuan Kredit Semester (SKS).

    Kemendikbudristek mengumumkan kelulusan 2.250 peserta Program Bangkit dari 250 perguruan tinggi nasional. Dari jumlah itu, terpilih Top 50 Capstone terbaik dari 483 tim sebelum kemudian disaring lagi menjadi Top 15.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id