BPOM Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih di ITB

    Arga sumantri - 17 April 2021 16:08 WIB
    BPOM Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih di ITB
    Kepala Badan POM Penny K. Lukito mengunjungi ITB terkait perkembangan Vaksin Merah Putih. Foto: Dok Humas ITB.



    Bandung: Kepala Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Penny K. Lukito mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB). Kunjungan ini dalam rangka melihat perkembangan pembuatan vaksin Merah Putih, yang salah satunya dibuat di ITB.

    Penny kemudian berdiskusi dengan Rektor ITB Reini Wirahadikusumah  membahas langkah pendampingan pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Tim Vaksin ITB. Pada saat ini, ITB melakukan pengembangan kandidat vaksin covid-19 yang berbasis platform subunit protein dan vektor adenovirus.






    "Vaksin ini lintas sektor maka perlu pendampingan dan fasilitas yang komplit. Maka dari itu ini adalah kesempatan kita bisa bekerja sama dengan segala ekosistem yang dibutuhkan sehingga produk vaksin ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat," ujar Penny, mengutip laman ITB, Sabtu, 17 April 2021.

    Ia menjelaskan, tugas utama riset mengenai vaksin memang berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Tetapi, dalam proses hilirisasinya, merupakan tanggung jawab Badan POM.  Kunjungan ini dalam rangka memastikan bahwa penelitian vaksin yang sudah berjalan dapat dikembangkan sesuai standar yang ada sampai siap diuji klinik.

    Baca: Kemenristek Dilebur, Masa Depan Riset Indonesia di Pundak BRIN

    "Karena lintas sektor maka perlu pendampingan lebih intensif lagi hingga vaksin Merah Putih yang sudah diteliti di berbagai kampus ini menjadi kemandirian kita di bidang vaksin, sehingga butuh pendampingan dan pengembangan fasilitas," tambahnya.

    Sementara itu, Rektor ITB Reini Wirahadikusumah menyambut baik. Kunjungan ini menunjukkan dukungan dan keseriusan BPOM dalam perkembangan pembuatan vaksin. Reini mengatakan, pembuatan vaksin melibatkan lintas disiplin ilmu sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi.

    Pada kesempatan tersebut, tim vaksin ITB yaitu Dessy Natalia memaparkan mengenai riset kandidat vaksin di ITB. Ia menjelaskan bahwa ada dua kandidat vaksin yang menjadi fokus riset ITB yaitu dari Adenovirus dan Protein Subunit (Bakteri dan Ragi). Menurutnya, tim vaksin di ITB sudah melakukan produksi protein RBD di E.Coli.

    Sementara itu, peneliti lainnya, Aluicia Anita Artarini menerangkan mengenai pengembangan kandidat vaksin berbasis adenovirus. Ia menggambarkan mengenai proses produksi vaksin adenovirus skala lab dari tahap awal sampai uji imunogenesitas di hewan.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id