Prolislim, Obat Herbal Pelangsing Ciptaan Dosen IPB

    Citra Larasati - 15 September 2020 08:08 WIB
    Prolislim, Obat Herbal Pelangsing Ciptaan Dosen IPB
    Peneliti sekaligus Dosen Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, Prof Dr Dyah Iswantini . Foto: Dok. IPB
    Jakarta:  Serangkaian penelitian obat antiobesitas atau pelangsing telah dilakukan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB).  Meliputi bioprospeksi tanaman obat yang berkhasiat sebagai antiobesitas atau pelangsing, uji khasiat ekstrak tunggal, dan formula gabungan ekstraknya.

    Beberapa tanaman obat Indonesia seperti daun jati belanda, bangle, kemuning, daun asam jawa, asam gelugur, rimpang kencur, lengkuas, dan kunci pepet bisa dimanfaatkan sebagai antiobesitas dengan pendekatan penentuan daya inhibisinya terhadap enzim lipase pankreas secara in vitro.

    Peneliti sekaligus Dosen Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, Prof Dr Dyah Iswantini mengatakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pelangsing berbasis kunci pepet dan asam gelugur mampu menurunkan bobot badan hewan coba sebesar 11.22 persen selama 12 hari. Formula menunjukkan tidak toksik berdasarkan uji toksisitas akut.  

    Hasil penelitian antiobesitas ini memperoleh penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Business Innovation Center (BIC), sebagai salah satu Inovasi Paling Prospektif Indonesia di 2011.  Selain itu, formula pelangsing ini telah memperoleh anugerah paten, yaitu Sertifikat Paten Formula Ekstrak Asam Gelugur dan Kunci Pepet sebagai Pelangsing, tertanggal 4 Juni 2018.

    Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak 2015-2018.  Kemudian dilanjutkan pendanaan lanjutan untuk tiga tahun (2019-2022) dan telah menghasilkan luaran produk herbal pelangsing berbasis buah asam gelugur dan rimpang kunci pepet. 

    "Izin edarnya telah keluar dari BPOM sebagai Obat Tradisional (OT) dengan merk dagang Prolislim yang diproduksi oleh mitra industri PT Indofarma Persero Tbk,” ujarnya.

    Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil uji pasar I dan II oleh PT Indofarma Tbk. Hasil menunjukkan bahwa setelah tes dilakukan selama satu bulan diperoleh hasil.

    Yakni ada penurunan lingkar pinggang pada responden perempuan, memiliki nilai yang signifikan dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Tes darah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap responden perempuan dalam beberapa hal yaitu kreatinin, ureum, glukosa, tensi atas dan bawah.

    Secara tradisional, kunci pepet (Kaempferia angustifolia roscoe) telah digunakan oleh masyarakat dan sudah banyak ditanam oleh para petani. Asam gelugur (Garcinia atroviridis) adalah tanaman tropis yang tumbuh menyendiri pada hutan tropis.

    Tanaman tahunan ini menghasilkan buah yang bisa dipakai sebagai bahan obat pelangsing yang banyak dijumpai di Medan dan Aceh.  Jadi semua tanaman penyusun formula pelangsing adalah tanaman yang mudah diperoleh di Indonesia bahkan merupakan tanaman asli Indonesia.

    "Simplisia kunci pepet mudah diperoleh di penyedia jamu dan di supplier-supplier bahan jamu di Indoneisa, sedangkan simplisia asam gelugur diperoleh langsung dari Medan tetpi juga sudah dijual di beberapa supplier jamu," tuturnya.

    Dyah menjelaskan, saat ini sudah dikomersialisasikan produk Prolislim yang bisa dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan memberi pengaruh signifikan dalam penurunan bobot badan. Target dari penelitian dua tahun ke depan (2022) adalah adanya produk obat herbal pelangsing yang terstandar.

    Prolislim diharapkan dapat berkontribusi dalam usaha meningkatkan nilai tambah biodiversitas Indonesia menjadi sediaan yang bermanfaat bagi kesehatan juga kecantikan masyarakat Indonesia. Harapan lainnya adalah dengan beredarnya Prolislim ini maka penderita obesitas di Indonesia semakin menurun.

    Hal ini, kata Dyah, merupakan partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyukseskan program pemerintah yaitu Saintifikasi Jamu (pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan) yang telah dicanangkan sejak 2010.  Selain itu, dengan membiasakan diri mengkonsumsi obat herbal yang berbasis tanaman obat asli Indonesia dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai penghasil obat herbal di dunia.

    "Selain itu juga meningkatkan nilai tambah tanaman obat Indonesia menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi kesehatan manusia. Apalagi produk ini selain untuk kesehatan juga untuk kecantikan jadi bisa mendorong masyarakat menjadi sehat dan cantik,” tutupnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id