Mahasiswa UNS Raih Penghargaan Inovasi Yogurt

    Antara - 09 Juli 2020 21:33 WIB
    Mahasiswa UNS Raih Penghargaan Inovasi Yogurt
    Yogurt kedelai buatan mahasiswa UNS. Antara
    Solo: Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional karena berhasil menginovasi yogurt kedelai dengan ekstrak parijoto.

    "Kami berhasil meraih juara dua pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 'Agritech Exhibition' yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar," kata salah satu mahasiswa, Arifin Septiyanto, di Solo, Kamis, 9 Juli 2020.

    Arifin bercerita, ide produk ini bermula ketika dirinya bersama dua rekannya, yaitu Davena Salsabilla dari Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Nor Isnaeni Dwi Arist dari Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP), ingin memanfaatkan potensi alam sekitar.

    "Saya kebetulan berasal dari Kudus. Awalnya karena saya melihat potensi daerah saya, yaitu di sana banyak tanaman parijoto," kata mahasiswa dari Pendidikan IPA FKIP ini.

    Ia mengatakan, selama ini buah dari tanaman tersebut hanya dimanfaatkan secara terbatas, yaitu dikonsumsi langsung oleh wanita yang sedang menjalani program kehamilan dan digunakan sebagai bahan sirup. Oleh karena itu, ia berinisiatif memanfaatkan ekstrak parijoto dan diolah dengan susu kedelai untuk kemudian dijadikan yogurt kedelai.

    "Saya pilih susu kedelai karena kandungan vitamin pada susu kedelai itu lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Selain itu juga gampang dicari, saya bisa bekerja sama dengan produsen susu kedelai," paparnya.

    Baca: Ratusan Peneliti UGM Kolaborasi Tangani Dampak Covid-19

    Selanjutnya, kedua bahan tersebut difermentasi dengan menggunakan yogurt tawar baru kemudian bisa dikonsumsi. Ia mengatakan setelah melewati uji coba, termasuk uji pasar, banyak orang yang suka dengan produk tersebut. Menurut dia, dari uji organoleptik dengan melibatkan beberapa orang diperoleh indeks 4,89 dari skala 1-5.

    "Artinya ini layak dipasarkan. Meski demikian, kami belum berani untuk mengomersialkan," katanya.

    Ia mengatakan sebelum dikomersialkan rencananya akan ada penyempurnaan terlebih dahulu terhadap produk tersebut. "Kami cari komposisi yang sesuai dulu sebelum dikomersialkan agar konsumen juga merasa puas dengan produk kami ini," ujarnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id