comscore

BRIN Terus Kembangkan Deteksi Covid-19 Melalui Air Liur

Ilham Pratama Putra - 17 Januari 2022 20:49 WIB
BRIN Terus Kembangkan Deteksi Covid-19 Melalui Air Liur
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan alat deteksi covid-19. Saat ini, BRIN juga tengah mengembangkan alat deteksi covid-19 dengan metode saliva atau melalui sampel air liur.

"Saliva itu terus kita kembangkan karena kita ingin tingkatkan validasinya. Jadi nanti kalau validasinya sudah semakin bagus jadi deteksi juga," jelas Kepala Pusat Riset Kimia BRIN, Yenny Meliana dalam konferensi pers secara daring, Senin, 17 Januari 2022.
Menurutnya, metode Saliva ini akan menjadi alternatif deteksi covid-19 yang ada saat ini. Dengan metode ini, setiap orang yang hendak tes covid-19 tidak lagi perlu memasukan alat melalui hidung seperti tes Antigen maupun Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Ini salah satu alternatifnya tidak perlu dicolok-colok lagi tadi ya. Dengan air liur direct saliva sudah bisa," ungkapnya.

Saat ini, alat deteksi covid-19 alternatif milik BRIN yaitu RT Lamp baru saja mendapatkan izin edar. Kualitas alat ini disebut setara dengan tes swab PCR, namun memiliki harga yang lebih murah dan hasilnya lebih cepat. Hasil pemeriksaan RT Lamp diperkirakan hanya memakan waktu 60 sampai 65 menit.

Baca: 
Deteksi Covid-19 Setara PCR, Hasil RT Lamp Diketahui dalam 1 Jam

RT Lamp ini menggunakan sampel ekstrak RNA hasil swab hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik. Sehingga, hasil deteksi RT Lamp bisa diketahui lebih cepat daripada PCR. Ia menyebut RT Lamp mendeteksi covid-19 berbasis molekuler, sedangkan PCR berbasis imunologi antibodi.

"Dengan swab (PCR) itu basisnya imunologi antibodi. Kalau RT Lamp berbasis molekuler. Jadi dia sudah akurat karena dia mendeteksi secara molekuler," tuturnya.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/3602/2021, RT-Lamp termasuk dalam kategori tes molekuler Nucleic Acid Amplification test (NAAT) bersama Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM), dengan akurasi yang sangat baik.

RT-lamp memiliki Nomor Izin Edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Kemenkes RI AKD 2030322XXXX. Izin edar produk dengan merek dagang Qi-LAMP-O ini berlaku sampai dengan Januari 2027.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id