Solusi Mahalnya Magnetik Beads untuk Uji PCR Covid-19

    Citra Larasati - 30 Juni 2020 14:27 WIB
    Solusi Mahalnya Magnetik Beads untuk Uji PCR Covid-19
    Prof. Dr. I Made Joni, M.Sc., sedang memegang produk “NanoMag PrintG”. Foto: Unpad/Humas
    Jakarta:  Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan inovasi nano magnet yang efektif digunakan untuk meningkatkan sensitivitas proses ekstraksi RNA pada pengujian PCR Covid-19. Inovasi bernama “NanoMag PrintG” ini bisa menjadi alternatif pengganti magnetik beads komersial, sehingga tidak perlu impor dan harganya jauh lebih murah.

    Inovasi ini dikembangkan oleh peneliti dari Pusat Riset Nanoteknologi dan Graphene (PrintG) Unpad bekerja sama dengan Pusat Studi Infeksi Klinik Fakultas Kedokteran Unpad, serta Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Biologi Molekuler Unpad.

    Peneliti PrintG Unpad Prof. Dr. Camellia Panatarani, M.Si., menjelaskan, NanoMag PrintG memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding magnetik beads komersial yang rata-rata memiliki ukuran lebih besar. Namun, dari segi efektivitas, NanoMag memiliki kemampuan mengikat asam nukleat yang baik.

    “Nano lebih efektif, dengan ukuran kecil dia bisa mengikat RNA,” ujar Camellia dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2020.

    Baca juga:  Siswa SMK di Bantul Ciptakan Alat Perangkap Hama Serangga

    NanoMag PrintG dikembangkan dari bahan magnetik yang dapat ditemukan di Indonesia. Karena itu, inovasi ini murni menggunakan produk asli Indonesia. Hal inilah yang menjadikan harga NanoMag bisa setengah lebih murah dari produk beads komersial di pasaran yang diperoleh secara impor.

    Perbedaan dengan produk magentik beads komersial adalah, pada modifikasi permukaannya. Guru Besar FMIPA Unpad ini menjelaskan, sebagai produk magnetik, NanoMag PrintG akan menarik berbagai benda saat proses ekstraksi RNA dilakukan.

    Melalui modifikasi permukaannya, NanoMag akan lebih sensitif untuk mengikat asam nukleat RNA, sehingga RNA tidak akan ikut terbawa bersama benda lainnya saat proses pencucian mekanis yang dilakukan oleh bahan magnetiknya.

    “Modifikasi permukaannya kita canggihkan,” kata Camellia.

    Produk NanoMag PrintG ini telah diujikan di Laboratorium BSL-2 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad. Hasilnya, NanoMag dengan kadar konsentrasi yang rendah memiliki efektivitas setara dengan magnetik komersial dengan konsentrasi yang banyak.

    Peneliti PrintG Unpad lainnya yang juga Guru Besar FMIPA Unpad, Prof. Dr. I Made Joni, M.Sc., menjelaskan, penggunaan NanoMag yang sedikit memiliki efektivitas yang sama dengan penggunaan magnetik komersial. Sebagai contoh, 20 mikroliter NanoMag bisa menarik RNA yang sama dengan 300 mikroliter komersial beads.

    “Apalagi jika kadarnya disamakan menjadi 300 mikroliter, tentu akan jauh lebih banyak yang ditarik,” jelasnya.

    Baca juga:  UGM Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Radiografi Digital

    Ide awal pengembangan inovasi ini berawal dari terhambatnya proses ekstraksi PCR covid-19 karena keterbatasan magnetik beads. Apalagi saat ini permintaan magnetik beads cukup tinggi mengingat pandemi covid-19 menyerang hampir seluruh negara di dunia.

    Sebagai institusi yang ikut melakukan uji ekstraksi Covid-19, sejumlah laboratorium uji di Unpad juga mengalami kesulitan untuk pemenuhan magnetik beads ini. Karena itu, PrintG Unpad mencoba menghasilkan produk beads yang dibuat dari bahan lokal.

    “Ada kebutuhan, kita pelajari kebutuhannya, dan karena kita ahlinya di bidang itu, kita buatkan. Tetapi kita membuat sesuatu yang baru, yaitu ukurannya dikecilkan dan modifikasi permukaannya kita bedakan,” ujar Made.

    NanoMag PrintG tidak hanya digunakan untuk proses ekstraksi RNA Covid-19 saja. Produk ini bisa digunakan untuk proses ekstraksi RNA lainnya.

    Bahkan, produk ini juga bisa digunakan untuk proses ekstraksi di bidang keilmuan lainnya.  “Kuncinya adalah modifikasi permukaannya,” kata Made.

    Saat ini, produk NanoMag PrintG sudah siap diproduksi massal. Namun, prosesnya harus mendapat izin produksi terlebih dahulu dari Kementerian Kesehatan.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id