Kemenristek Siap Bantu Hilirisasi dan Komersialisasi Ventilator

    Citra Larasati - 07 Juli 2020 13:41 WIB
    Kemenristek Siap Bantu Hilirisasi dan Komersialisasi Ventilator
    Ventilator portabel buatan ITB. Foto: Dok. ITB
    Jakarta:  Sebanyak lima ventilator sudah masuk tahap produksi massal dan sudah didistribukasikan ke rumah sakit yang memerlukannya, namun belum dikomersialkan. Inovasi lima jenis ventilator di tengah kebutuhan yang tinggi saat pandemi covid-19 menunjukkan bahwa inovasi teknologi di  bidang alat kesehatan di Indonesia mulai bangkit dan mandiri.  

    ”Kelima ventilator tersebut sudah masuk tahap produksi dan sudah mendapat izin edar, kecuali dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang masih dalam tahap uji coba produksi," kata Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam keterangannya, Selasa 7 Juli 2020.

    Dari produksi yang sudah dilakukan memang kebanyakan masih difokuskan untuk mengisi kekosongan yang ada di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan.  "Dengan kata lain, belum menuju komersial, dan lebih fokus bagaimana mengisi kebutuhan seperti yang disampaikan oleh gugus tugas,” jelas Bambang.

    Baca juga:  Pakar UGM: Kalung Eucalyptus Belum Terbukti Sebagai Antivirus Covid-19

    Bambang juga mengaku kagum dengan capaian para peneliti dan inventor yang dalam waktu singkat mampu menghasilkan ventilator yang sangat diperlukan saat ini.  “Bisa dibayangkan dalam waktu hanya dua sampai tiga bulan, mereka bisa membuat inovasi sesuai target untuk didonasikan," ujar Bambang.

    Ia menambahkan, dua dari lima ventilator tersebut yaitu dari ITB dan UI sudah mendapatkan dukungan crowd funding dari berbagai lapisan masyarakat yang bisa membiayai.  Tidak hanya pembuatan prototype sampai kepada uji, tapi juga sampai produksi dan kemudian langsung didonasikan.

    "Seperti contoh ITB sudah menyalurkan 300 lebih unit ke berbagai rumah sakit di hampir banyak provinsi di Indonesia. UI berencana menargetkan 300 unit dengan harapan nanti akan menjadi donasi, belum pada konteks menjual atau secara komersial,” ungkap Bambang.

    Lebih lanjut Menristek/Kepala BRIN mengatakan, saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 atau Kemenkes untuk pengadaan alat kesehatan produksi dalam negeri secara terpusat.  Harapannya, agar produsen mendapatkan kepastian pembelian dan distribusi yang tepat sasaran.

    “Yang sedang dijajaki adalah bagaimana agar Gugus Tugas dan Kemenkes melakukan pengadaan secara terpusat sehingga ketika mereka misalkan membeli ventilator dari hasil inovasi anak negeri ini maka distribusinya tepat sasaran kepada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memang membutuhkan ventilator. Kira-kira update-nya seperti itu,” harap Bambang.

    Bambang juga mengatakan, bahwa ventilator dikembangkan dari sumber yang sudah tersedia secara publik. Artinya mereka tidak mengklaim dalam bentuk paten.

    Apalagi, kata Bambang, seluruh pihak sudah sepakat bahwa dalam kondisi pandemi ini paten dikesampingkan terlebih dahulu.  "Kita fokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat," terangnya.

    Namun tentunya insentif yang diberikan adalah kepada kemitraan mereka dengan industri. "Kita berharap setelah pandemi ini, industri alat kesehatan mulai berkembang pesat," imbuh Bambang.

    Pemerintah, kata Bambang, juga siap membantu hilirisasi dan komersialisasi produk alat kesehatan yang merupakan hasil inovasi. Maka insentif utamanya yaitu kepemilikan hak patennya yang kemudian dibeli lisensinya oleh pihak industri atau swasta.

    "Itu merupakan insentif yang luar biasa sehingga para inovator makin semangat untuk mendesain alat-alat kesehatan yang semakin canggih lagi di kemudian hari," ujar Bambang.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id