Pelampung Unik Besutan Mahasiswa Unair, Bisa Mencegah Hipotermia

    Ilham Pratama Putra - 21 Januari 2021 17:41 WIB
    Pelampung Unik Besutan Mahasiswa Unair, Bisa Mencegah Hipotermia
    Mahasiswa Tim Demits Evo 1, Hy-Live Unair. Foto: Dok. Unair



    Jakarta:  Hiportemia menjadi salah satu ancaman terbesar bagi seseorang saat terjebak dalam kecelakaan kapal laut.  Bahkan dapat menyebabkan kematian seseorang karena menurunnya suhu tubuh.

    Selama ini, tidak ada pertolongan pada masalah tersebut karena pelampung yang ada di pasaran umumnya tidak mempunyai sistem keselamatan untuk menjaga suhu tubuh. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Tim Demits Evo 1 menciptakan Anti Hypothermia Lifevest atau Hy-Live.




    Yakni sebuah inovasi pelampung yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya hipotermia pada korban kecelakaan kapal di lautan.  Akat ini berbeda dengan pelampung pada umumnya, karena dilengkapi dengan heater atau pemanas.

    Menurut Ferdina Ramadhansyah, Ketua Tim Demits Evo 1, Hy-Live dapat menjadi inovasi baru dalam bidang keselamatan yang diharapkan mampu mengurangi angka kematian akibat kecelakaan kapal.  Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS ini menerangkan, kerja dari pelampung Hy-Live tersebut menggunakan tiga sensor LM35 yang telah ditempatkan di titik tertentu.

    Sensor tersebut akan mendeteksi suhu tubuh korban dan lingkungan. “Pembacaan suhu didapatkan dari area sekitar heater yang dekat dengan kulit tubuh, di mana heater tersebut ditempatkan pada bagian dada dan punggung pelampung,” terangnya.

    Pelampung Unik Besutan Mahasiswa Unair, Bisa Mencegah Hipotermia
    Ilustrasi skema elektrik dari komponen pelampung Hy-Live, rancangan Tim Demits Evo 1 dari ITS

    Ferdi melanjutkan, hasil pembacaan suhu oleh sensor tersebut diteruskan ke mikrokontroler jenis arduino nano. Kemudian, mikrokontroler mengolah data dari ketiga sensor hingga didapatkan suhu referensi sebagai acuan untuk batasan nyala dan matinya heater.

    “Saat suhu referensi berada di bawah suhu tubuh normal (36 derajat celcius), maka heater akan menyala dan membuat suhu di sekitar heater menjadi hangat,” jelasnya.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id