Epidemiolog UGM Beberkan Kapan Indonesia Capai Herd Immunity

    Citra Larasati - 01 April 2021 09:00 WIB
    Epidemiolog UGM Beberkan Kapan Indonesia Capai <i>Herd Immunity</i>
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta:  Herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap covid-19 dapat tercapai apabila 70 persen populasi telah memiliki kekebalan.  Kekebalan terhadap virus SARS Cov-2 dapat diperoleh baik melalui vaksinasi maupun infeksi langsung.

    “70 persen populasi harus miliki imunitas untuk mencapai herd immunity. Lalu, kapan Indonesia bisa mencapainya, itu tergantung kecepatan pemberian vaksin dan capai targetnya sebelum selesai di durasi imunitasnya,” kata Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D, Kamis, 1 April 2021.






    Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM ini menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat kepastian berapa lama kekebalan tubuh terhadap covid-19 dapat bertahan pada orang-orang yang sudah divaksin. Sebab, Covid-19 merupakan virus baru dan terus bermutasi sehingga para ilmuwan dunia masih terus meneliti dan mengumpulkan berbagai data tentang virus ini.

    “Sejumlah penelitian ada yang menyebutkan jika setelah tiga bulan imunitasnya menurun, ada yang setelah enam bulan dan sudah satu tahun. Kemudian yang jadi acuan sekitar 1 tahun, tapi sekali lagi memang belum ada kesimpulan pasti, karena covid-19 ini penyakit baru,” papar dosen FKKMK UGM ini.

    Baca juga:  Kulon Progo Kekurangan Vaksin untuk Guru

    Melihat kondisi tersebut, Riris berharap pemberian vaksin pada semua target vaksin di Tanah Air bisa dilakukan sesegara mungkin. Dengan begitu diharapkan kekebalan komunal bisa terwujud sebelum terjadi penurunan kekebalan terhadap virus korona baru ini.

    Ia pun meminta masyarakat untuk tidak ragu lagi menerima vaksin, sehingga dapat menyukseskan program vaksinasi nasional untuk pengendalian covid-19 di Tanah Air.

    Saat ini vaksinasi covid-19 di Indonesia telah memasuki tahap ke-2 yang diperuntukkan bagi lansia dan pekerja publik. Sebelumnya di tahap pertama telah diberikan vaksin pada tenaga kesehatan.

    Untuk itu masih tersisa vaksin tahap ketiga bagi kelompok masyarakat rentan dari aspek geospasial, ekonomi, dan sosial. Lalu, vaksin tahap 4 bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

    Meskipun nantinya seluruh target vaksin telah menerima vaksin lengkap, ia meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, vaksinasi tak lantas mampu menghentikan pandemi covid-19.

    Pemberian vaksin dalam hal ini membantu mengendalikan pandemi covid-19 yakni diharapkan bisa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian. Namun begitu, penularan virus korona masih saja tetap berlangsung.

    “Jadi, meski sudah vaksinasi masih harus tetap jaga 5 M karena penularan masih bisa berlanjut. Hanya saja risiko untuk sakit menjadi parah dan meninggal bisa diturunkan dengan divaksin,” tuturnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id