Dosen dan Mahasiswa IPB Kembangkan Robot Penyiram Tanaman

    Arga sumantri - 11 September 2020 11:20 WIB
    Dosen dan Mahasiswa IPB Kembangkan Robot Penyiram Tanaman
    Robot penyiram tanaman buatan IPB. Dok Humas IPB
    Bogor: Bagi sebagian generasi muda, boleh jadi bekerja di sektor pertanian bukanlah profesi membanggakan karena identik dengan hal-hal seperti sawah, lumpur dan cangkul. Padahal, sejatinya aktivitas pertanian begitu luas, melibatkan teknologi dari level sederhana hingga canggih.

    Dosen Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Karlisa Priandana, dan mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Sekolah Vokasi IPB University, Friska Alvionita Gilda, mengembangkan inovasi robot penyiram tanaman. Inovasi ini diharapkan dapat mengubah anggapan mengenai pertanian bagi generasi muda di Indonesia, dari yang tadinya dianggap kuno, menjadi suatu hal yang modern, menarik dan menantang.

    Robot penyiram tanaman yang dikembangkan adalah robot sederhana yang dilengkapi dengan navigasi line follower dan memanfaatkan sensor ultrasonik untuk mendeteksi keberadaan pot. Robot juga dilengkapi dengan pompa air DC yang dapat dikendalikan secara otomatis untuk menyiram tanaman.

    "Pompa air DC digunakan untuk menyiram tanaman secara otomatis ketika robot mendeteksi keberadaan pot," kata Karlisa melalui keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.

    Baca: IPB Diminta Bantu Kembangkan Pertanian Singkong dan Sagu

    Robot penyiram ini sudah diuji di Greenhouse Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB University. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

    Robot ini diharapkan dapat memudahkan petani modern dalam melakukan penyiraman tanaman karena dilakukan secara otomatis. Ia juga berharap robot ini bisa menjadi solusi untuk masalah krisis regenerasi petani muda melalui 'etalase' pertanian 4.0, yaitu smart urban farming di dalam greenhouse dengan mengimplementasikan robot penyiram tanaman.

    Karlisa menjelaskan, pengembangan yang perlu dilakukan selanjutnya adalah modifikasi beberapa komponen dan menambah ukuran badan robot agar robot mampu membawa tabung air yang berukuran lebih besar. Selain itu, perlu ditambahkan mekanisme agar air di dalam tabung dapat diisi secara otomatis dari toren/keran air. Pengembangan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan robot sehingga dapat digunakan di lingkungan yang lebih luas.

    "Robot juga bisa dikembangkan lagi dengan merancang mekanisme pengisian air dalam tabung secara otomatis. Di samping itu, kualitas dan spesifikasi komponen elektronik terutama sensor garis juga perlu ditingkatkan agar robot dapat berfungsi dengan baik di semua kondisi pencahayaan," jelasnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id