Inovasi UI, Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19 di Daerah 3T

    Citra Larasati - 03 Agustus 2020 16:28 WIB
    Inovasi UI, Kapal Ambulans untuk Pasien Covid-19 di Daerah 3T
    SINAU BOAT-19, kapal ambulans inovasi mahasiswa UI. Foto: Dok UI
    Jakarta:  Tenaga kesehatan di pulau terpencil di Indonesia mengalami kesulitan dalam menangani pasien covid-19 karena akses terhadap layanan kesehatan terbatas.  Menjawab tantangan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) merancang SINAU BOAT-19 (Smart Integrated Ambulance Boat for Covid-19 untuk membantu memecahkan persoalan tersebut.

    Ketiga mahasiswa tersebut adalah Fadhil Nurrohman, Zahra Syahrika, dan Satria Bagas dari Program Studi Teknik Perkapalan 2017 di bawah bimbingan dosen FTUI, Achmad Riadi, ST., M.Eng., Ph.D..  Mereka merancang SINAU BOAT-19, sebuah Kapal Ambulans yang dapat dijadikan sebagai transportasi jalur laut untuk penanganan dan pemindahan pasien covid-19.

    Kapal ambulans ini efektif untuk memindahkan pasien dari pulau dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai ke pulau lainnya yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

    “Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi laut guna memobilisasi pasien covid-19 di pulau-pulau terpencil Indonesia. Untuk itu, SINAU BOAT-19 dapat menjadi kapal transporter pasien, khususnya covid-19, yang kami harapkan dapat menjawab kebutuhan akan akses terhadap fasilitas kesehatan penunjang,” ujar Fadhil.

    Kapal ambulans ini juga dapat  menjadi rumah sakit sementara bagi pasien  untuk mendapatkan perawatan. Mengingat saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi covid-19. "Kapal  ambulans SINAU BOAT-19 kami rancang dengan desain yang dapat mengurangi kontak langsung antara tim medis dan kru kapal agar tidak dengan mudah terpapar  virus,” kata Achmad Riadi.

    Kapal ini dilengkapi dengan teknologi Internet of Things berupa sistem pemanggil perawat, sistem pintu pintar, dan sistem lampu pintar yang dapat diakses langsung melalui smartphone tim medis dan pasien. Jika pasien membutuhkan bantuan dan keadaan darurat, perawat  dan  dokter dapat memantau keadaan pasien dengan bantuan dari IoT yang dihubungkan dengan aplikasi di dalam smart devices para tenaga medis.

    Baca juga:  Akhir 2020, Vaksin Merah Putih Ditargetkan Uji Hewan

    Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kontak fisik antara pasien dan tim medis agar mencegah terjadinya transmisi covid-19 di dalam kapal.  SINAU BOAT-19 memiliki desain lambung katamaran dengan panjang keseluruhan 21 meter, lebar 8.5 meter, dan sarat air 1.3 meter. 

    Kapal ini menggunakan material komposit sebagai material utamanya. Panel surya terdapat pada dek atas kapal yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50,4 kWh. Sehingga dapat melengkapi kebutuhan instalasi listrik kapal seperti sistem penerangan dan lainnya.

    Kapal ini dibagi menjadi dua zona, yaitu zona merah dan zona hijau. Pada zona merah (dek utama) dijadikan tempat penanganan pasien covid-19, sedangkan zona hijau dijadikan tempat kru kapal.

    Pada zona merah terdapat empat jalur utama, yaitu jalur hijau, merah, biru, dan ungu. Terdapat beberapa akses untuk ke dek kru kapal, yaitu melalui tangga depan kapal ataupun tangga vertikal di bagian belakang kapal.

    Pemisahan berdasarkan zona ini dimaksudkan untuk menekan probabilitas penularan covid-19 antara pasien dan kru kapal. Terdapat ruang sterilisasi bagi tim medis ketika menuju/dari ruang pasien.

    Di setiap ruang pada zona merah juga dipasang lampu UV C yang dapat mensterilkan ruangan. Desain SINAU BOAT-19 telah dipresentasikan di ajang LAI2 covid-19 (Lomba Aplikasi Inovatif dan inspiratif untuk covid-19 di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 22 April – 23 Juli 2020 yang lalu. Ajang ini diikuti oleh 138 tim, dan tim SINAU BOAT-19 berhasil meraih Juara III pada sub-lomba kapal transporter.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id