BSN dan UGM Susun SNI untuk GeNose

    Citra Larasati - 03 Mei 2021 19:39 WIB
    BSN dan UGM Susun SNI untuk GeNose
    FGD antara BSN dan TIM GeNose dalam penyusunan SNI. Foto: UGM/Humas



    Jakarta:  Tim pengembang Genose C19 bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) tengah menyusun standar nasional Indonesia (SNI) untuk hidung elektronik sebagai alat screening covid-19.

    Kepala BSN, Kukuh S. Achmad menerangkan, bahwa BSN sebagai lembaga yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengoordinasi kegiatan standardisasi di Indonesia termasuk untuk alat kesehatan mendukung proses standardisasi teknologi GeNose sebagai salah satu alat deteksi covid-19. 






    “BSN mendukung penuh alat GeNose C19 sebagai salah satu alat deteksi covid-19. Kami akan mengidentifikasi standar nasional Indonesia yang dibutuhkan untuk standarisasi alat kesehatan seperti GeNose C19,” tutur Kukuh dikutip dari laman UGM, Senin, 3 Mei 2021.

    Dalam penyusunan SNI, BSN mendapatkan masukan dari PT Swayasa Prakarsa sebagai produsen alat. Sebaliknya, PT Swayasa Prakarsa mendapatkan informasi terkait proses yang akan dilalui untuk mendapatkan sertifikat SNI. 

    Kukuh menjelaskan, SNI merupakan persyaratan yang disusun oleh komite teknis BSN yang terdiri dari para pakar di bidang tertentu, dan setiap komponen GeNose C19 akan diperiksa oleh para pakar tersebut.

    Hasil diskusi persiapan proses standardisasi GeNose C19 kali ini akan menjadi masukan untuk tim komite teknis yang menyusun standardisasi nasional untuk GeNose C19. Kukuh mengungkapkan bahwa BSN tidak ingin kehilangan momentum untuk melakukan standardisasi alat GeNose C19.

    “Semakin cepat prosesnya, semakin baik,” imbuhnya.

    Baca juga:  Masih Ragu Vaksin di Bulan Puasa? Simak Penjelasan Epidemiolog Unair

    Ia menambahkan, SNI untuk alat kesehatan dari BSN juga mengacu pada standarisasi internasional.  Sehingga jika GeNose C19 telah lolos sertifikasi SNI, alat ini kemungkinan juga dapat memenuhi permintaan dari mancanegara.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa, Iswanto menuturkan, bahwa selama ini unit GeNose C19 telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kemenkes melalui adanya izin edar Kemenkes nomor AKD 20401022883.

    Selain itu, GeNose C19 juga telah lolos uji diagnostik. Dengan adanya sertifikat oleh SNI, kepercayaan publik terhadap GeNose C19 akan meningkat. 

    “Masukan yang tadi disampaikan BSN pada saat diskusi juga akan menjadi catatan kami, sehingga ke depan kualitas GeNose memiliki jaminan mutu yang jauh lebih baik,” terang Iswanto.

    Ia menambahkan, GeNose C19 saat ini juga sedang dalam tahap uji validasi eksternal oleh tim independen dari Universitas Andalas, Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga.

    Tes GeNose C19 saat ini telah menjadi syarat perjalanan yang ditetapkan oleh pemerintah melaui Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 26 Tahun 2021, dan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021.

    Terkait penggunaan GeNose C19 yang belum merata di fasilitas kesehatan, Iswanto menerangkan bahwa PT Swayasa Prakarsa akan meningkatkan kapasitas produksi GeNose C19 pada Juni mendatang. Sehingga nantinya GeNose C19 akan didistribusikan secara bertahap ke sektor-sektor selain sektor perhubungan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id