Banapeel, Deteksi Kanker Payudara Lewat Olahan Kulit Pisang

    Citra Larasati - 12 Mei 2021 09:09 WIB
    Banapeel, Deteksi Kanker Payudara Lewat Olahan Kulit Pisang
    Produk screening kanker payudara karya tim FKp UNAIR. Foto: Dok. Unair



    Jakarta:  Mahasiswa Universitas Airlangga yang biasa disebut Ksatria Airlangga kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, lima mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR berhasil meraih Bronze Medal dalam Lomba Inovasi Internasional Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2021.

    Kelima mahasiswa FKp UNAIR tersebut adalah Nurul Khosnul Qotimah, Ismatulloh Jihan Alim, Rio Arya Puta M, Sarah Rani Sutedjo, dan Bellinda Anisa. Tim tersebut dibina dosen Fakultas Keperawatan UNAIR, Yulis Setiya Dewi.

     



    IPITEx merupakan kompetisi inovasi tingkat internasional yang diselenggarakan oleh The National Research Council of Thailand (NRCT). Kompetisi itu diikuti oleh 20 negara yang tersebar di dunia, antara lain Kanada, Hongkong, Tiongkok, Indonesia, Iran, Korea Selatan, Lebanon, Yaman, dan Rusia.

    Ketua tim Nurul Khosnul Qotimah menuturkan, bahwa timnya yang disebut tim Banapeel merupakan satu-satunya delegasi dari Universitas Airlangga yang bersaing dengan lebih dari 100 tim.  Nurul menjelaskan, bahwa ide pembuatan produk Banapeel diawali dengan adanya permasalahan sampah kulit pisang yang menumpuk di lingkungan rumah Nurul yang akhirnya dibiarkan membusuk.

    Setelah melihat permasalahan tersebut, Nurul kemudian mengusulkan ide untuk membuat produk dari olahan kulit pisang.  “Banapeel dijadikan sebagai produk untuk memudahkan para wanita melakukan deteksi kanker payudara melalui BSE (Breast Self Examination) dan juga sebagai sarana mengatasi nyeri payudara pada wanita haid dan menyusui,” jelasnya.

    Baca juga:  Peneliti Unej Kembangkan Varietas Padi Baru Berbasis Plasma Nutfah

    Breast Self Examination merupakan pendeteksi awal untuk penyakit kanker payudara yang dapat dilakukan secara mandiri.  Proses kompetisi IPITEx diawali dengan seleksi penulisan abstrak. Setelah diumumkan lolos seleksi abstrak, babak selanjutnya adalah pembuatan video presentasi produk mulai dari pembuatan, kegunaan, hingga cara penggunaan.

    “Selain membuat video, tim yang lolos juga diwajibkan membuat poster, full paper, foto produk, serta logo produk,” tambahnya.

    Pembagian tugas antaranggota dilakukan sama rata dan sesuai kemampuan masing-masing anggota kelompok. Ada yang bertugas membuat konten dan editing, translating, ide dan penulisan, serta bagian kelengkapan.

    “Kami saling membantu dan mengingatkan karena sejujurnya persiapan kami sangat singkat sehingga semuanya saling gotong royong dan sangat mengandalkan team work. Alhamdulillah, setelah perjuangan panjang tim kami berhasil meraih Bronze Medal,” pungkasnya

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id