Zat Aktif pada Madu Apis Melifera Bermanfaat untuk Perbaikan Tulang

    Arga sumantri - 12 Februari 2021 14:33 WIB
    Zat Aktif pada Madu Apis Melifera Bermanfaat untuk Perbaikan Tulang
    Ilustrasi. Pexels.com



    Jakarta: Indonesia dikenal memiliki berbagai jenis lebah lokal. Salah satunya, lebah madu jenis Apis mellifera spp. Lebah madu menghasilkan beberapa produk yang memiliki kegunaan baik untuk lebah itu sendiri maupun untuk  manusia. 

    Hasil produknya antara lain madu, royal jelly, tepung sari atau polen, lem lebah atau propolis, malam lebah atau beeswax, dan racun lebah atau beevenom. Kandungan aktif pada madu terdiri dari polyphenolic compound lebih dari 150 substansi termasuk phenolic acid, flavonoids, flavonols, catechins, dan derivate cinnamic acid.




    Flavonoid merupakan senyawa kimia yang bersifat antibakteri, antifungal, antiviral, antioksidan dan anti inflamasi. Flavonoid juga memiliki peran dalam melindungi tulang melalui mekanisme aktivasi antioksidan, agen anti inflamasi yang berkorelasi pada cedera tulang, agen pro-osteoblastik, antiosteoklastogenesis, melalui tindakan osteoimunologi. Polifenol dan saponin juga berpengaruh pada aktivasi osteoblas yang mengarah ke perbaikan tulang.

    Baca: Unilak Pekanbaru Kolaborasi Teliti Minyak Sawit Bersama Universitas Malaysia

    Peneliti Universitas Airlangga, Dian Agustin Wahjuningrum melakukan sebuah penelitian terhadap madu lebah Apis Melifera. Hasilnya, madu dari lebah jenis itu berpotensi menjadi obat anti-osteoporosis. 

    "Madu mengandung a-Cyclodextrin yang memiliki efek prebiotik menurunkan aktivitas penyerapan jaringan tulang," jelas Dian mengutip siaran pers UNAIR, Jumat, 12 Februari 2021.

    Penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) itu telah diujikan pada hewan tikus yang diambil indung telurnya sebagai model menopouse. Sehingga, terjadi penurunan esterogen secara drastis dan memicu osteoporosis.

    Baca: Peneliti UGM Kembangkan Spons dan Minyak Atsiri sebagai Antiinfeksi

    Dari hasil penelitian, diketahui suplemen madu Apis Melifera dapat menghambat penurunan ketebalan tulang kortikal dan memperbaiki kerusakan tulang. Dengan begitu, tulang tidak mudah patah. 

    "Pemberian madu 2g/Kg berat badan terbukti mampu mencegah penurunan densitas tulang dan meningkatkan kekuatan tulang sehingga tidak mudah patah atau retak," ujarnya. 

    Berdasarkan penelitian ini, kata dia, membuka peluang pemanfaatan Madu Apis Melifera sebagai agen perbaikan tulang.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id