Muhammadiyah Nilai Ristek Lebih Pas Digabungkan dengan Dikti

    Ilham Pratama Putra - 17 April 2021 11:20 WIB
    Muhammadiyah Nilai Ristek Lebih Pas Digabungkan dengan Dikti
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.



    Jakarta: Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Edy Suandi Hamid menyebut peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kurang pas. Menurutnya, Ristek lebih cocok digabungkan dengan pendidikan tinggi (Dikti).

    "Sebetulnya kabinet yang lalu sudah pas, yang memasukkan Ristek dengan Pendidikan Tinggi, yang jadinya Kemenristek-Dikti. Sedangkan Kemendikbud menangani Pendidikan SMA ke bawah," kata Edy kepada Medcom.id, Sabtu, 17 April 2021.






    Ia mengatakan, pendidikan tinggi sangat terkait dengan dunia riset. Bahkan, tak cuma mahasiswa, seorang dosen S2 dan S3 pun harus melakukan riset. Jadi, menurut dia, Ristek lebih tepat digabungkan dengan Dikti seperti sebelumnya.

    "Saya sendiri saat menjadi ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) pernah menyampaikan langsung ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang baru terpilih sebagai Presiden menyampaikan usulan tersebut, yang ternyata baru dilaksanakan oleh Presiden Jokowi," terang dia.

    Baca: MRPTNI Usul Ada Wakil Mendikbud-Ristek, Berasal dari Rektor PTN

    Dia menyayangkan jika saat ini yang terjadi malah Ristek digabungkan dengan Kemendikbud. Sementara, Kemendikbud juga mengurusi Dikti.

    Ia menganggap keputusan ini bakal membuat Kemendikbud kewalahan. Bagi Edy, Mendikbud Nadiem Makarim juga belum cukup baik menangani pendidikan tinggi.

    "Kita melihat Menteri yang sekarang juga kedodoran menangani Dikti, sehingga banyak suara yang menghendaki beliau yang sebetulnya banyak ide inovatif, untuk di-reshuffle," tutur Edy.

    Kemenristek diputuskan dilebur ke dalam Kemendikbud. Sedangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang sebelumnya melekat dengan Kemenristek, akan menjadi badan otonom.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id