comscore

Survei PPIM UIN Jakarta: Santri dan Guru Pesantren Alami Depresi Selama Pandemi

Arga sumantri - 19 Januari 2022 16:06 WIB
Survei PPIM UIN Jakarta: Santri dan Guru Pesantren Alami Depresi Selama Pandemi
Pemaparan hasil survei PPIM UIN Jakarta. Foto: Tangkapan layar webinar. Medcom.id/Arga Sumantri.
Jakarta: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syaraif Hidayatullah Jakarta mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesantren dan pandemi. Salah satu variabel yang diukur dalam survei yakni terkait kesehatan mental santri dan guru selama pandemi covid-19.

Anggota Peneliti PPIM UIN Jakarta Laifa Herdarman mengatakan survei tentang kesehatan mental ini menggunakan instrumen screening depresi yakni Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Tim menemukan sebagian besar santri dan guru mengalami gejala depresi. 
"Kami menemukan sebagian besar santri dan guru, maaf, mengalami depresi ringan sampai agak berat," kata Laifa dalam webinar Pesantren dan Pandemi: Bertahan di Tengah Kerenatanan, Rabu, 19 Januari 2022.

Ia memerinci gejala depresi yang paling banyak dirasakan adalah sulit tidur, sulit berkonsentrasi, kurang atau terlalu banyak makan, kurang percaya diri, merasa gagal, merasa kecewa atas diri sendiri. Bahkan, kata dia, ada 3 persen responden merasa lebih baik mati atau melukai diri.

Baca: Survei: Masih Ada Warga Pesantren Menolak Divaksin dengan Alasan Agama

Laifa mengungkapkan ketika dianalisa lebih lanjut, santri lebih banyak mengalami depresi daripada guru. Responden perempuan lebih banyak mengalami depresi daripada laki-laki, begitu juga siswa yang belajar daring lebih banyak depresi daripada belajar luring.

"Jadi santri, jenis kelamin, dan pembelajaran ini menjadi suatu hal yang harus diperhatikan terkait kesehatan mental," ungkapnya.

Survei ini dilakukan pada 15 pesantren di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan mulai Mei hingga November 2021. Sedangkan, waktu pengumpulan data ialah Juli-September 2021. 

Penelitian dilakukan dengan convergent mixed method study. Dalam proses wawancara dan focus group discussion (FGD) terdapat 132 informan yang terdiri dari pimpinan pesantren (kiai), nyai, kepala sekolah,  satuan tugas (satgas) covid-19, guru, dan santri. 

Kemudian, untuk survei terdapat 819 responden guru dan santri yang mengisi kuesioner. Pertanyaan untuk mengecekan perhatian (attention checker) responden juga diberikan, maka data responden yang tidak fokus dalam pengisian kuesioner tidak diolah. 

Data survei guru dan santri yang diolah dalam penelitian ini adalah 658 responden. Karakteristik responden survei ini yaitu santri 83,3 persen, dan guru 16,7 persen.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id