Eijkman: Vaksin Merah Putih Masih Tahap Peralihan ke Industri

    Antara - 21 Juli 2021 20:38 WIB
    Eijkman: Vaksin Merah Putih Masih Tahap Peralihan ke Industri
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio mengatakan perkembangan vaksin Merah Putih saat ini masih berlangsung tahap optimasi. Tahapan ini yaitu proses peralihan dari laboratorium ke industri untuk bibit vaksin Merah Putih yang dikembangkan.

    "Saat ini sedang dalam peralihan dari lab ke industri. Ini sedang bolak balik dari lab ke industri," kata Amin saat dihubungi, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform subunit protein rekombinan. Bibit vaksin tersebut diberikan kepada pihak industri yakni PT Bio Farma.

    Dalam tahap optimasi itu, Eijkman telah menempatkan penelitinya di PT Bio Farma untuk menyiapkan bibit vaksin. Di Bio Farma, bibit vaksin tersebut akan dibiakkan.

    "Prosesnya saat ini masih proses optimasi supaya apa yang dikerjakan di laboratorium kemudian bisa ditranslasikan di industri dengan kondisi-kondisi industri tentunya, kan berbeda dengan laboratorium," tuturnya.

    Sementara di laboratorium, para peneliti mengerjakan bibit vaksin dalam skala yang kecil di tabung-tabung kecil atau botol-botol kecil sementara di industri skalanya jauh lebih besar. Sehingga, masih pada tahap optimalisasi produk bibit vaksin pada bioreaktor industri yang membutuhkan berbagai penyesuaian.

    Baca: Mahasiswa IPB Buat Aplikasi Pelaporan Kekerasan Seksual

    Proses peralihan dari laboratorium ke industri itu membutuhkan waktu yang tidak singkat karena melalui beberapa proses. Salah satunya, upscaling untuk bisa membiakkan bibit vaksin dalam jumlah yang besar di industri.

    Di laboratorium, bibit vaksin dibiakkan dalam hitungan mililiter, misalnya 100 mililiter. Sementara di industri, dalam jumlah puluhan liter dan mungkin ratusan liter.

    "Nah, itu tidak selalu otomatis bisa diubah begitu saja, harus ada penyesuaian-penyesuaian. Kita harus mencari kondisi yang terbaik supaya vaksin itu tetap memenuhi persyaratan aman, efektif dan halal tapi juga yield-nya (perolehan) cukup tinggi sehingga bisa diproduksi dengan ekonomis, itu sekarang sedang diupayakan," tutur Amin.

    Amin berharap uji klinis vaksin Merah Putih bisa dimulai pada akhir 2021 atau awal 2022. Kemudian, bisa mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) pada pertengahan 2022.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id